Kamis, April 27, 2017

Reinkarnasi Cinta

Aku mencintaimu pada suatu masa yang sudah ditakdirkan. Pada satu hitungan waktu yang ku tak mengerti mengapa harus jatuh cinta padamu. Kamu kekasihku pada satu waktu di musim semi yang syahdu. Bagaikan mimpi, memilikimu, dan segenap cintamu yang begitu muda.

Namun pada hitungan waktu yang sudah ditakdirkan, aku harus pergi. Meninggalkanmu, menutup kisah kita yang masih bersemi dan merona. Aku tak pernah tahu mengapa harus berpisah sementara hatiku masih berdetak seirama denganmu dalam melodi yang indah. Apakah karena cinta kita terlarang? Cinta yang menyalahi kodrat? Apakah cinta ini tak diperkenankan menempati sedikit saja ruang di jagat semesta raya?

Berapa lama kita harus menunggu waktu, untuk kelak dilahirkan kembali dan dipertemukan dalam perjumpaan syahdu yang lain, di waktu yang tak mampu kita hitung dari sekarang? Sudah pastikah cinta kita kelak tak lagi terhalang sesuatu apa?

Mungkin dalam takdir, kita seumpama matahari dan rembulan yang butuh siklus reinkarnasi dalam jeda panjang, sebelum berjumpa dalam gerhana.

Kekasih, kau ‘kan kubawa bersama detak jantungku, denyut nadi, dan hela nafasku. Sampai pada waktu yang lain kelak.


~ Wil Twilite ~

Tidak ada komentar: