Senin, September 23, 2013

Mencari Makna

Menguraikan benang-benang rasa yang meliliti hati, dalam untai pemikiran... Manusia dengan pikirannya, dan Dia dengan rencanaNya...

Manusia, dimanapun berada pada hamparan bumi ini, pada dasarnya memiliki kesamaan, yaitu akan senantiasa mencari makna...

Sebab pandangan mata tak sejauh logika, juga tak seluas hati, maka jika sesuatu itu tak nampak, bukan berarti sesuatu itu tak ada...


#Rindu @AdeliaWinter

Wil Twilite ~


Minggu, September 22, 2013

Jejak Rindu

Jejak-jejak basah yang kutelusuri kembali... satu rasa mengombak riuh di samudera hatiku...

Pada tiap jeda yang hadir mengisi rongga waktu diantara penat dan gamang... menyusur lorong sunyi diantara derap santun langkah-langkah doa...

Getar hati yang melantun dzikir, sayup turut menggemakan namamu... bila ia samudera, maka ia 'kan hantarkan kapalmu mengarung hanya menuju dermagaku...


#Rindu @AdeliaWinter

~ Wil Twilite ~
Kamis, September 19, 2013

secangkir senja

Bolehkah kuramu secangkir senja untukmu...?
Biar melarut hangat
mengalir melalui jenjang lehermu
yang biasa kukecup dalam dekapan,
ingatkah...?

Boleh jadi aku sedang kehabisan rayuan.
Kelu terasa.
Terlalu rindu.
Lalu membatu waktu.
Menunggu dalam termangu.
Saatnya nanti mengunjungi kotamu.
Lagi.
Dan lagi.

Wil Twilite
Sabtu, September 14, 2013

#sihir #cinta

seketika cinta menyihirku, 
menghilangkan segala ingatan tentang dunia 
di luar engkau... 

namun kecupmu 
runtuhkan dinding-dinding semu 
yang membatasiku...

~ Wil Twilite ~
Senin, September 02, 2013

Anak Macan vs Kucing Hitam


Anak Macan: Rrrrrrr...!!! Minggir kau, Kucing Hitam...!!!

Kucing Hitam: NO WAY...!!! Kita kan sama-sama kucing, aku ngga takut tuh sama kamu... :p

Anak Macan: Awaaasss yaa... Tunggu kalo gue udah gede nanti...!!!

Kucing Hitam: X_X #JLEBB


~ Wil Twilite ~
@KucingHitamz
Minggu, September 01, 2013

#TwitRindu with #MyLady


Menikmati rindu yang menjalar-jalar, serupa belukar meliliti sekujur tubuhku yang bergetar mengeja namamu... ~Wil

Cukuplah kamu memujaku, aku memujamu... Lalu jarak tak begitu penting lagi bagi kita, meski sakit menahan rindu... ~Adel

Aku merindu senyap... yang kau titipkan pada kecup di ujung tengkuk, pada kecup di jemari, pada tiap inci kulit yang kau tandai... ~Adel

Hai perempuan labu... aku kehilangan jejakmu... Sepasang sepatu kaca yang tertinggal satu, serupa isyarat yang menuntunku pulang membawa untaian rindu... ~Adel

Candu merindu ini, aku nikmati saja. Meski tertatih kutapaki malam. Tiap berkas sinar purnama, ada kamu didalamnya... ~Adel

Merindu kamu itu, seperti membiarkan aku diseret gelombang laut yang bergelora, tapi aku enggan menepi, kubiarkan saja... ~Adel

Aku merindu dendam... pada lautan membentang, pada burung besi yang ingkar datang, pada waktu yang bermenit, berjam melompat kelilingi waktu kosong yang berjeda... ~Adel

Malam adalah ketika pena kerinduan menuliskan romansa pada kanvas kehidupan dalam gulir waktu yang merona mengingat syahdu parasmu... ~Wil

Tatkala penaku enggan menari 'tuk lukiskan rindu yang tak lagi terungkapkan dalam aksara. Biarkan ia menjelma doa-doa indah yang mengiringi langkahmu. ~Wil

Ramadhan, ketika untai rindu kita terurai bersama butiran tasbih sambil mengingatNya. Dia yang 'tlah satukan kita dalam jalinan silaturahmi indah. ~Wil


~ Wil Twilite ~