Minggu, September 01, 2013

#TwitRindu with #MyLady


Menikmati rindu yang menjalar-jalar, serupa belukar meliliti sekujur tubuhku yang bergetar mengeja namamu... ~Wil

Cukuplah kamu memujaku, aku memujamu... Lalu jarak tak begitu penting lagi bagi kita, meski sakit menahan rindu... ~Adel

Aku merindu senyap... yang kau titipkan pada kecup di ujung tengkuk, pada kecup di jemari, pada tiap inci kulit yang kau tandai... ~Adel

Hai perempuan labu... aku kehilangan jejakmu... Sepasang sepatu kaca yang tertinggal satu, serupa isyarat yang menuntunku pulang membawa untaian rindu... ~Adel

Candu merindu ini, aku nikmati saja. Meski tertatih kutapaki malam. Tiap berkas sinar purnama, ada kamu didalamnya... ~Adel

Merindu kamu itu, seperti membiarkan aku diseret gelombang laut yang bergelora, tapi aku enggan menepi, kubiarkan saja... ~Adel

Aku merindu dendam... pada lautan membentang, pada burung besi yang ingkar datang, pada waktu yang bermenit, berjam melompat kelilingi waktu kosong yang berjeda... ~Adel

Malam adalah ketika pena kerinduan menuliskan romansa pada kanvas kehidupan dalam gulir waktu yang merona mengingat syahdu parasmu... ~Wil

Tatkala penaku enggan menari 'tuk lukiskan rindu yang tak lagi terungkapkan dalam aksara. Biarkan ia menjelma doa-doa indah yang mengiringi langkahmu. ~Wil

Ramadhan, ketika untai rindu kita terurai bersama butiran tasbih sambil mengingatNya. Dia yang 'tlah satukan kita dalam jalinan silaturahmi indah. ~Wil


~ Wil Twilite ~



Tidak ada komentar: