Rabu, Agustus 02, 2017

Mataku, Telaga...

Katamu,
mataku adalah telaga jernih
yang hendak kau selami..

Namun kedalamannya
mampu menenggelamkanmu
dalam gelisah yang panjang..

Kadang kubiarkan airnya tenang
untuk kau renangi..
Kadang riaknya pun
mengusik relungmu..

Mengapa tak hendak kau berdiam
di telaga mataku?

Mengapa kau tak meyakinkanku sekali lagi,
seusai kau beranjak petang kemarin,
bahwa kau akan selalu kembali?

~ Wil Twilite ~

3 komentar:

Q mengatakan...

Gelisah? :)

Unknown mengatakan...

Mungkin karena dia sedang berada dlm dilema dan untuk saat ini tidak bisa memberi kepastian.

Unknown mengatakan...

Jiwaku memudar,perlahan membaur dengan pekatnya malam.
Terjebak di alam rindu menanti sebuah salam.
Mendambakan pemandangan yang sama saat mata terbuka dan terpejam.
Kamu.....

Memori menjadi mesin waktu tanpa kendali.
Melemparku ke suatu masa berkali -kali.
Kujadikan logika sebagai tumpuan tuk kembali.
Walau kusadari takkan cukup kuat membuatku bernyali....
melupakanmu.

Ah....malam selalu memiliki akhir.
Tak perlu dikejar, pagi pasti kan hadir.
Aku hanya perlu berhenti berpikir.
..............................................
..............................................
..............................................
Mengapa kamu masih belum menyingkir?
...............................................
...............................................