Senin, Januari 13, 2014

Aku rindu...

Aku rindu, suaramu nan mendayu di telingaku
Aku rindu, berbincang denganmu, dari yang penting hingga tak penting
Aku rindu kau manjakan, dan memanjakanmu di peraduan
Aku rindu, liuk tubuhmu dan pancaran matamu nan membakar gairahku

Bolehkan kurindu pada semua itu,
yang sesungguhnya setiap saat kau sajikan,
namun seolah ku tak kuasa menggapai...?

Pada waktu-waktu yang terus menghitung,
sesungguhnya kutakut kehilangan masa,
sedang kau tersenyum di ujung pandang,
setia menanti...

Aku rindu merayumu,
melucuti waktu,
telanjang diantara kebebasan menjadi diriku,
dalam hangat dekapmu...

Aku rindu baumu, senyummu, desah tertahan tawamu yang khas menggelitik daun telingaku
Aku rindu manjamu, kesalmu, marahmu, kelakarmu hingga kepenatan yang kau tumpahkan dibahuku...

Aku rinduuuu.... Adel.....
Dalam retaknya cangkang yang membatasi tubuhku ini,
segenap hati, pikiran dan jiwaku melayang menujumu...

Rasakanlah aku,
rasakan desah nafasku, detak jantungku, dan denyut otakku
di lintasan semesta dimana nafasmu berhembus, dimana jantungmu berdentum, dan dimana ide-ide brilianmu bersarang, disanalah aku ada...

Ragaku tersiksa dalam jeruji,
diantara samudera yang membentang...

Aku rindu,
yang membawa separuh nafas melaju ke tempatmu,
sujudku luruh ke tanah, Adel...
syukurku kita masih berada dibawah langit yang sama


~ Wil Twilite ~



Tidak ada komentar: