Tampilkan postingan dengan label Spring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spring. Tampilkan semua postingan
Kamis, April 20, 2017

Au Revoir, Spring...

Hidup hanya sekali, dan segala sesuatunya telah berusaha kita jalani sepenuh hati. Tak ada kesalahan, hanya pelajaran untuk segala yang ternyata tak sesuai dengan keinginan dan harapan kita. Tergantung bagaimana kita memaknainya.

Segala kehilangan memang sudah semestinya, sebab tak ada yang abadi selain perubahan. Ambil saja intisari yang ‘kan menuntun kita menjadi lebih baik, untuk belajar dari kegagalan dan kesalahan yang ‘tlah lalu. Mungkin awalnya tak mudah untuk menerima kenyataan di hadapan. Kita selalu butuh waktu untuk menyadari segala yang luput sebelum semua itu pada akhirnya akan menuntun kita menemukan cermin besar yang memantulkan diri ini utuh.

Mari kita lanjutkan langkah, lalui hari demi hari, sebab hidup harus terus berjalan dalam perubahan yang ‘kan terus mendewasakan pemikiran kita dari waktu ke waktu. Bahkan perasaan pun dapat berubah seiring dengan semua itu. Nantinya.

Jangan lupa untuk bersyukur, dan jangan sungkan untuk membuka pintu setiap kali kesempatan yang baik datang mengetuknya. Untuk memahami hidup sepenuhnya, kita harus senantiasa meluaskan pandangan, membuka hati, dan move on.














~ Wil Twilite ~
Au Revoir, Spring...
Selasa, Maret 28, 2017

Diamnya Kekasih..


Sajak melesat di bayang kenangan, menyusur waktu yang membeku dan takkan pernah kembali, seperti membaca jeda yang panjang dari diamnya kekasih.

Perempuan selalu ingin dibaca meski ia bukan untai aksara. Perempuan berharap kekasih perempuannya mampu menyelami bahasa kalbunya yang terdalam.

Itulah mengapa hubungan sesama perempuan begitu rumit, namun jalan pemahaman di sepenggal waktu yang dilalui menjadikannya terasa manis.

Itulah sebabnya perempuan memiliki daya tarik yang dahsyat, bahkan bagi sesama perempuan pun. Pembenarankah? Mungkin lebih tepatnya fakta.

Mungkin, aku hanyalah teranugerahkan mata batin dengan penglihatan yang lebih dalam dari awam. Mungkin.

~ Wil Twilite ~
Rabu, November 02, 2016

Pertautan takdir

Jalan hidup setiap insan telah terjalin rapi pada garis takdir masing-masing. Kadang takdir antara seseorang dengan yang lain saling bertautan.

Aku bahagia telah berpapasan takdir denganmu, yang melahirkan sebuah pembelajaran baru tentang suatu hal yang baru kupahami setelah aku mengenalmu.

Tentang cinta yang masih muda, membalut hati dalam ketertarikan yang terasa begitu asing pada mulanya, merasuki celah lain labirin pemikiranku.

Hadirmu meronakan jiwa yang tertidur pulas dalam buaian waktu, seusai reda hujan di musim yang telah terlewati. Kamu serupa pergantian musim yang paling ditunggu dari empat musim yang pernah ada.

Spring.


~ Wil Twilite ~
Kamis, Oktober 27, 2016

Larik keheningan

So, if you're too tired to speak, sit next to me, because I am fluent in silence...

Tak perlu berkata-kata. Cukuplah duduk disampingku. Pun kita tak perlu saling menerka apapun di benak masing-masing. Bolehkah kugenggam jemari lentikmu, tuk sekedar mengalirkan desir di dadaku, yang semakin bergemuruh tersengat gelombang feromon tubuhmu.

Kekasih, diantara milyaran detik yang 'tlah kita bagi, dalam tiap perbincangan penuh makna, ada kalanya syahdu kesunyian memainkan larik-larik keheningan dalam iramanya sendiri.

Tetaplah menjadi dirimu, sebab usia hanyalah angka-angka. Sejatinya, kitalah yang memberi makna dalam hubungan ini.


~ Wil Twilite ~
Minggu, Oktober 16, 2016

malam ini...

Malam ini,
cintaku menyamar sebagai ingatan
yang merasuki otakmu
hingga partikel terkecil,

sehingga tiada celah tersisa untuk sesiapa,
selain aku...


~ Wil Twilite ~
Sabtu, Oktober 15, 2016

long distance

Dear Spring,

I exist in two places,
HERE, and
WHERE YOU ARE...

~ Margaret Atwood
Minggu, September 04, 2016

Kebersamaan



Perjalanan waktu menyisakan kesan, bagai aftertaste secangkir kopi yang kita bagi, seusai kita melewati malam-malam penuh bintang. Kamu, di denyut nadiku.

Ketika usia tak lagi menjadi penghalang bagi kita untuk dapat saling memahami. Kamu, perempuan muda yang menerima keterbukaan yang kuajarkan padamu sejak awal perkenalan kita.

Sejauh ini, aku bersyukur 'tlah menemukan, dan memilikimu di hidupku. Kita berjalan beriringan, saling menggenggam erat jemari. Jarak bukanlah penghalang bagi tiap perjumpaan syahdu kita.

Tetap jadilah dirimu sendiri, dan sampaikan dengan lugas apapun yang kamu rasakan, inginkan, hingga yang membuatmu merasa tidak nyaman denganku.

~ Wil Twilite ~
Kamis, Juni 16, 2016

Puisiku

Aku suka berpuisi,
disaat aku tengah jatuh cinta
dan disaat patah hati

Dua musim yang menggelorakan
dan menghempaskan rasa

Penaku mengalun


~ Wil Twilite ~

waktu, menghitung

Aku tak menghitung
dedaunan jatuh di musim gugur,
atau menghitung detak waktu...

Aku lebih menyukai
menghitung irama debaran jantungmu,
dipelukku...


~ Wil Twilite ~
Rabu, Juni 15, 2016

mengerak, rindu

Spring

Kepada yang terkasih,
ini rindu yang tak tereja kata,
tak terlukis masa..

Tersemat kuat mengerak,
hingga sulit kulepaskan..


Autumn

Kata dan masa memiliki batas,
namun semat rindu yang mengerak
bagai dikekalkan waktu..

Teruraikan di perjumpaan syahdu..


~ Wil Twilite ~
Minggu, Juni 12, 2016

if you love me...

Menyukai saya,
mungkin ada batasannya..
Tapi kalau sudah mencintai saya,
kamu mesti sanggup
melampaui semua batasan
yang ada..


~ Wil Twilite ~
Sabtu, Juni 11, 2016

love me this way...

You may not be her first, her last, or her only.
She loved before she may love again.
But if she loves you now, what else matters...?

She's not perfect - you aren't either,
and the two of you may never be perfect together.
But if she can make you laugh,
cause you to think twice,
and admit to being human and making mistakes,
hold onto her and give her the most you can.

She may not be thinking about you
every second of the day,
but she will give you a part of her
that she knows you can break - her heart.

So don't hurt her, don't change her,
don't analyze and don't expect more
than she can give...

Smile when she makes you happy,
let her know when she makes you mad,
and miss her when she's not there...


Bob Marley

Senin, Juni 06, 2016

lelap, rindu

hanya ada malam yang semakin larut
dalam irama yang hening
kuselimuti kamu yang terlelap
dengan kehangatan rindu


~ Wil Twilite ~
Minggu, Juni 05, 2016

with you

senja tersenyum
pada jarak ribuan mil
dan samudera yang membentang
kebersamaan telah mengisi relung hati
dalam debar yang menghangatkan jiwa


~ Wil Twilite ~
Kamis, Juni 02, 2016

Menunggu

Malam menoleh sejenak pada senja yang berlalu
Semestinya tak perlu
Sebab senja hanya satu jeda pergantian waktu
Ketika mentari ke peraduan


~ Wil Twilite ~
Rabu, Juni 01, 2016

My #HujanBulanJuni

Ketika setiap orang merayakan 1 Juni-nya masing-masing,
aku hanya duduk termenung
ditemani secangkir teh dan bulir kenangan di ingatan,
tentang #HujanBulanJuni

Pada tiap halamannya
menyisipkan kisah sedih dan rintik air mata
jutaan insan yang hendak disembunyikan
di balik rinai hujan...

Insan kerap sembunyikan tangis,
hanya karena enggan terlihat lemah dan rapuh.
Bukankah air mata itu indah...?
Mengalir dari kedalaman rasa...

Mungkin, sebab itulah hujan selalu dirindukan.
Sebagai peneduh rasa, sebagai pengingat kita
akan air mata yang pernah jatuh, sebagai...

Dan rindu pun luruh ke bumi bersama hujan,
anggaplah usai seluruh perbincangan
yang tertunda, entah sampai kapan...
sebab kata hanyalah hampa...

Kata-kata tidak semurni hujan
yang derasnya meluruhkan rasa.
Maka bila rasa itu sungguh ada,
tidak perlu banyak berkata-kata...

Datanglah sebagai hujan yang nyata...


~ Wil Twilite ~
Selasa, Mei 17, 2016

#Anonim

Anonim.
Mungkin ia memang tak perlu bernama.

Sebutkanlah satu nama untuknya,
mungkin ia akan menjadi lebih bermakna.

Sejauh mana seseorang memerlukan makna?
Sejauh mana seseorang ingin memaknai sesuatu?
Terkadang makna bisa sangat bias,
bagaimana dengan perasaan?

Dan bagaimana bila
aku pun mulai lelah
membendung arus rasa
yang mengalir membanjiri hati?

Dan bagaimana bila
bendungan itu roboh?
Maka alirannya akan mengalir ke laut.
Menggulung saat pasang ombak.
Dan tak lagi sama, rasa airnya.

~ Wil Twilite ~
Sabtu, Mei 14, 2016

Kesunyian...

Tidak ada yang menungguku,
maka aku pun beranjak.
Riuh tak pernah tenangkanku.
Pikiranku sesunyi malam
yang menaungi semesta dalam gulita.

Mungkin aku tidak butuh kamu
seperti mentari dan hujan.

Mentari,
begitu pasti 'tuk selalu menyinari..
Hujan,
begitu pasti menyejukkan..

~ Wil Twilite ~
Kamis, April 28, 2016

Menjadi Rahasia

Bolehkah aku menjadi rahasia,
yang cukup tersimpan di sanubarimu,
tidak untuk diceritakan kepada sesiapa...?

Bolehkah aku menjadi rahasia,
yang pernah bersembunyi
di relung hatimu...?

Bolehkah aku menjadi rahasia,
yang tak terkisahkan
diantara wanita-wanitamu...?

Bolehkah aku menjadi rahasia,
yang tak perlu diketahui
sejauh mana hadirku telah
menyelusup ke dalam takdirmu...?

Bolehkah aku menjadi rahasia,
dalam diammu,
dalam ruang hampa di jiwamu,
dimana aku pernah bersemayam...?

Bolehkah kisah ini cukup menjadi rahasia
antara aku, kamu, dan
ruang mimpi yang pernah kita singgahi bersama
tanpa keinginan-keinginan lainnya...?


~ Wil Twilite ~


Minggu, April 03, 2016

My Calmness Moment

Keheningan yang aku suka, adalah berada di ruang kerjaku, keheningan yang menenteramkan. Satu tahun aku menikmatinya dalam menguraikan rasa. Rasa yang bergelombang bagai samudera di laut lepas. Menggulung, mengombang-ambing bahtera di atasnya.

Adakalanya aku menjadi gelombang itu, adakalanya aku menjadi bahtera itu. Sesuka perasaanku saja. Sesuka mood-swing-ku yang berganti kapan saja ia mau. Ya, aku sudah mengalami sebimbang dan selabil itu, membiarkan diriku dikendalikan perasaan, dan mengabaikan logika.

Kini, aku membiarkan semuanya berlalu. Sudah cukup rasanya waktu yang kubiarkan membelenggu perasaanku sedalam ia menusuk kalbuku. Ya, sudah cukup. Sebelum hatiku berkarat, kulepaskan perlahan pedang yang kubiarkan menancap di sana, kubalut sendiri lukaku, sebab hanya aku yang merasakan sedalam apa pedang itu menancap dan di bagian mana aku terluka di jantungku.

Atau mungkin, aku tak pernah menyebutnya luka. Itu kuanggap sebagai bagian dari sebuah proses pembelajaran, bahwa apa yang tak dapat disembuhkan, harus diderita... dan dengan sukarela aku menikmatinya... Ups! tapi jangan salah, aku bukan masokis, yaa...

Cukuplah keheningan ini memberi makna, ke dalam diriku, di luar diriku, kubiarkan semua bersinergi, untuk menyembuhkan lukaku di alur waktu, menjadikan diriku lebih kuat untuk menghadapi hari esok yang lebih baik. Dan tentunya, selamat datang kepada diriku yang lebih baik, yang sudah melewati fase-fase di belakang jejak-jejak langkahku.

Kini, aku sudah siap menyambut musim yang baru, serta kejutan-kejutan yang datang bersamanya. Bahwa setiap musim yang berganti, sejatinya tak abadi. Mungkin saja kita hanya akan berpapasan selintas lalu, atau kita akan duduk-duduk sejenak di sana sambil minum kopi dan menikmati setiap momennya... atau barangkali kita akan hanyut dalam pelukannya, entah untuk berapa lama, sehangat ia mendekap, sejauh ia sanggup menggeliatkan jiwa dalam roller-coaster bersamaku...

Sebab tak ada yang pasti, semua mengikuti musim yang tak setia. Namun, musim akan selalu berganti, dan kembali... sesederhana hadirnya mereka yang datang dan pergi...

"No matter how long the Winter, Spring is sure to follow" - Proverb


~ Wil Twilite ~