Tampilkan postingan dengan label Religious. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religious. Tampilkan semua postingan
Sabtu, Februari 24, 2018

Senja

Senja meronakan wajah langit, seperti tersipu. Semilir angin, lambaikan pepohonan diantara pasir pantai dan debur ombak. 

Langkah yang telanjang, menyusur di sepanjang tepian laut yang menderu. Tatap yang kosong, jiwa yang hampa, hati yang beku. Tak ada tempat ku tuju. Hanya langkah gontai yang tersesat.

Kilas balik jejak-jejak usia bergulir di ingatan bagai tayangan dokumenter usang ditelan peradaban. Waktu terus melaju namun seolah jiwaku terhenti dalam pusarannya yang entah di belahan bumi bagian mana.

Terkatung-katung terus kubawa langkah ini ke depan. Meski tanpa arah. Meski tanpa tujuan. Akan ku pastikan langkah ini tetap beranjak meninggalkan jejak-jejak masa lalu.

Semoga di depan sana ada secercah cahaya menuntunku. Dan Rabb-ku, tak pernah meninggalkanku dalam kondisi paling hampa sekalipun. Aku percaya itu.

~ Wil Twilite ~
Jumat, Mei 12, 2017

A Moment of Reflection

Aku tersentak.. pada tamparan-tamparan halus yang menohok, dari orang-orang kesayangan.

Aku tergetar.. pada ketakutan yang teramat sangat, menatap cermin besar di hadapan.

Aku merenung.. dalam pemahaman yang absurd akan diriku sendiri.

Begitu haus keingintahuanku untuk menyelami jiwaku. Tanpa kusadari, aku telah membangun dinding tebal dari siapa pun. Aku kerap mengenakan topeng yang terbaik setiap kali aku berhadapan dengan siapa pun, baik mereka yang kukenal, terlebih mereka yang tak mengenalku.

Aku semakin angkuh dalam langkah yang gontai. Kerapuhanku justru membangun dinding yang semakin tinggi untuk melindungi hatiku dari rasa kecewa, takut, dan tak ingin terluka. Diriku penuh propaganda. Kupetakan begitu banyak tempat yang semestinya bukan wilayah teritorialku.

Izinkan ku berdiam sekali lagi dalam hening yang tak berbatas. Izinkan ku mematut diri di hadapan cermin besar agar senantiasa kuberkaca.

Aku telah mempecundangi diriku sendiri dalam keinginan yang melampaui batas atas nafsu duniawiku. Apa yang kucari?

Biar kuringankan langkahku dalam menemukan kembali jalan pulang seusai ku tersesat di lorong panjang yang gelap. Selama ini aku telah disilaukan oleh cahaya lampu yang meredup saat mentari menyapa. Aku butuh cahaya yang sejati. Menerangi hati, pikiran, dan jiwaku.. yang tak pernah padam.

Cahaya itu milikNya. Hanya Ia Yang Maha Berkehendak, menitipkan cahayaNya di hatiku. Aku hanya dapat memohon ampunanNya, dan kembali pada kodratku yang semestinya. Segala kelemahanku adalah ujian dariNya, semata agar aku bersimpuh dan mohon kekuatan, hanya kepadaNya..


~ Wil Twilite ~
Ahlan wa sahlan yaa Ramadhan..
Senin, November 07, 2016

Alhamdulillah for Everything

Kisah bergulir dituliskan pena waktu, di atas kanvas kehidupan, sarat misteri, segala dugaan hanyalah menyentuh kemungkinan-kemungkinan saja.

Perjumpaan hanyalah isyarat akan adanya perpisahan di kemudian waktu. Maka senantiasa jadikan setiap detik dalam kebersamaan itu bermakna. Jalani dengan sepenuh hati.

Kebahagiaan, sejatinya hanya dapat dirasakan oleh jiwa-jiwa yang menjalani segala ketentuanNya dengan tulus, ikhlas, tanpa prasangka kepadaNya.

Percayalah, bahwa baik dan buruk sejatinya telah dituliskan dengan indah olehNya, sebelum nafas ditiupkan dan kelahiran kita dianugerahkanNya.

Aku bersyukur atas segala rahmat dan hidayahMu, Yaa Rabb.. senantiasa dalam lindunganMu di setiap langkah yang kutapaki.. Alhamdulillah..

~ Wil Twilite ~