Tampilkan postingan dengan label Pujangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pujangga. Tampilkan semua postingan
Kamis, April 07, 2016

Stardust [Soulmate]

If you came to me
with a face I have not seen,
with a name I have never heard,
I would still know you.

Even if centuries separated us,
I would still feel you.

Somewhere between
the sand and the stardust,
through every collapse and creation,
there is a pulse that echoes of you and I.

When we leave this world,
we give up all our possessions
and our memories.

Love is the only thing we take with us.
It is all we carry from one life to the next.

-Lang Leav


Sabtu, Februari 27, 2016

Sang Pujangga

Kata-kata yang terlalu tinggi, senantiasa memerlukan waktu yang lebih lama 'tuk memaknai dan memahaminya.. demikian pula dengan sang penguntai aksara..

Dalam kesederhanaan berbahasa, kesantunan mampu menggugah lawan bicara 'tuk menjadi segan, dan menaruh respek selama berbincang denganmu..

Aku ingin memahami dengan sederhana.. tidak dibatasi kompleksitas aksaramu yang memerangkap pikiranku kedalam labirin sangka..

Aksara bersayap, tak semestinya menjadi tameng keangkuhanmu, duhai Pujangga.. sesekali tapakkanlah kedua kakimu di atas tanah milik bumi..

..teruntuk,
Sang Pujangga yang pernah kupuja..


~ Wil Twilite ~
Kamis, Mei 02, 2013

Gerhana

aku di timur
menanti mentari terbit

kamu di barat
menunggu mentari terbenam

aku di langit
bermain bersama awan
bersenda gurau dengan angin

kamu di tanah
tumbuh subur
lelap diantara dedaunan

...aku
...kamu
kapan ketemunya...?

...aku mentari
kamu rembulan...

pernah bersua disaat gerhana
bercinta diantara kegelapan

kasih, kita pernah...
mengukir kisah bersama
walau semua tinggal cerita


September 13th, 2008
a nice poem by @NitzRed
Selasa, Januari 29, 2013

Bersandar Pada Senja



Sewaktu bersandar pada senja,
kutebarkan jala dukaku ke lautan matamu...

Di sana, kesepianku membesar dan membakar
dalam marak api maha tinggi,
tangannya menggapai bagai orang lemas...

Kukirim isyarat merah ke arah matamu yang hampa,
yang menampar lembut seperti laut di pantai rumah api...

Kau jaga hanya kegelapan, perempuanku yang jauh
pantai ketakutan kadang-kadang muncul dari renunganmu...

Sewaktu bersandar pada senja, kucampakkan jala dukaku
ke laut yang mengocak lautan matamu...

Burung-burung malam mematuk pada bintang-bintang pertama
yang mengerdip seperti kalbuku ketika menyintaimu...

Malam menunggang kuda bayangan,
sambil menyelerakkan tangkai-tangkai gandum biru
di padang-padang...

Pablo Neruda (1904-1973)
Rabu, Maret 14, 2012

LoveTweets #1


@lexdepraxis: cinta itu simpel dan sederhana, manusianya yang ribet dan suka nyusahin diri

@hurufkecil: kamu tahu apa yang paling tidak sederhana? mencintai dengan sederhana

@penyaircyber: siapa yang ingin menampung cahaya bulan? mungkin kejernihan mata

@sajak_cinta: tak perlu kau takut kehilangan matahari, sebab cinta adalah mata yang bisa memilih cahayanya sendiri. ~@siluetbarat

@AndreiAksana: Malam menyebar bintang, aku memecah pikiran. Kamu di mana-mana di angkasaku.

@AndreiAksana: Di keterbatasan rasa, tak mungkin ku meruangkan makna. Cinta seperti apakah yang menghitung mundur?

@sajak_cinta: Sauh kutautkan di batu karang yang tak kukenal. Aku, kapal limbung meninggalkan pulau; yang hanya berpenghuni engkau.

@BilanganFu: Semakin aku terlibat dalam penderitaanmu, semakin aku ingin bersamamu. #Saman

@Lushmith: Seperti bumi yang berotasi. Seperti hari yang setia berganti. Seperti itu aku jatuh dilututku. Setiap kali otak menyebut namamu.

@nankinann: Cinta itu kayak ujian, harus optimis buat hasil akhirnya.

@InfoFollowers: Jika kamu gagal di awal; Bukan berarti kamu akan gagal juga di akhir; Karena di pertengahan, kamu bisa mengubah semua jadi lebih baik.

@topeng2kaca: Jangan bodoh, dengan melepas pelukan, kita tak sedang saling meninggalkan, hanya sekedar menunda lagi kebahagiaan.
@Kutipan_Anda: Apabila dua insan mencintai Tuhan yang SATU, maka mudahlah bagi mereka untuk berSATU

@InfoFollowers: Tuhan menciptakan kita dengan baik, supaya kita mencintai orang lain dengan cara-cara yang baik.


Reetweet on my twitter:
@KucingHitamz
Kamis, Maret 08, 2012

Passion


You whisper into my ear, sweet things that make me weak. Then you look into my eyes with your mysterious provocative gaze, causing you to touch my skin, to feel the burning of your flames, caressing me with a love that is real, then you kiss me...

As I feel your wet eager lips, our hungry tongues indulging in their craving, to feel the poison of your blood boiling throughout your soul. Sending electrify emotions, stimulating pure intoxication...

As your hands flows over me; touching every curve and every part of me... It seems I move my legs apart automatically. As you lift me on the mystical ride while my body you know I will guide. Just listen to our song. Making love all night long. The flames of passion, desire and love is taking control over us...

You put your hands in my breast, as I feel a sensation so exciting. When you kiss my nipples with your eager lips, every time you do that, it gets more and more fulfilling. Let me feel those sensations, as I feel you deep inside me...

Feeling a rage so incredible to resist, as all I want is to let go of all this love I have in store. You got me twisting, soaking wet. I feel you as you are pausing deep inside me, and then I feel you pull out and pull back in, I moan from pure delight and ecstasy, I get the shivers...

But... is from the fire lit inside my being, my body is slippery everywhere. I scream... Please, harder and harder... I call out your name... Crying out in anguished bliss. A slight sigh... ''A gasp for air''. This fire is so immense. So full of energy and heat. Even water could not quench this fire inside of me...

Cause your love... always will remain, burning there endlessly. Cause you make my erotic senses rise, while you take me higher and higher, than I have ever been...

In the mystical ride of yours, that I just can't get enough. Because without you and your love, there would not be a hot sexual taste in me...



Original Title: Hot Sexual Taste
Author: Lourdes S.
Minggu, Juli 10, 2011

menduga


terduduk tanpa kursi;
membaca tanpa buku;
mendengar tanpa suara;
menatap tanpa wajah;
menangis tanpa air mata;

lalu.....
bagaimana aku memahami...?
maaf bila aku salah menilaimu


a sweet poem by : nafiyya
(taken from apresiasi sastra, multiply)
Kamis, April 07, 2011

udara adalah persimpangan

UDARA adalah persimpangan...
harapanku dan kenanganmu
barangkali sering berpapasan,
tapi tak saling mengenal...


(taken from twitter : #sajak_cinta)
Rabu, Februari 09, 2011

a nice quote

... dan apabila langit kembali terang, betapa seringnya tidak lebih bening dari airmata dan tebal dibanding ruas benang jahitan... kau juga tahu betapa menjadi cinta bukanlah beban yang senantiasa bisa diukur dengan meteran... lantas mengapa kau tak yakin pada kekasihmu...? begitulah, terkadang sejarah dibuat haru karenanya, sebab ternyata langit dan bumi bukan saja milik kita ...

( Herlinatiens )
Selasa, Desember 14, 2010

A Perfect Ending


I wanted a perfect ending
Now I’ve learnt, the hard way
Some poems don’t rhyme
Some stories don’t have
a clear beginning, middle, or an end

Life is about -
not knowing, having to change,
taking the moment
and making the best of it


... without knowing what’s going to happen next ...



- Anonymous -
Selasa, November 03, 2009

One Lonely Star


12 Oktober 2009
Katanya suatu hari…

There are million of stars
in the UNIVERSE…


Mengapa ia tak mencari
yang sendiri.


~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Dear Sis,

barangkali saja...
berjuta bintang di langit
jauh lebih indah...

daripada bintang yang kesepian,
yang menyendiri pada satu sisi tergelap
sang langit kelam...

inspiring by : http://rainforesto.blog.com/page/4/