Tampilkan postingan dengan label my poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my poems. Tampilkan semua postingan
Rabu, Agustus 02, 2017

Mataku, Telaga...

Katamu,
mataku adalah telaga jernih
yang hendak kau selami..

Namun kedalamannya
mampu menenggelamkanmu
dalam gelisah yang panjang..

Kadang kubiarkan airnya tenang
untuk kau renangi..
Kadang riaknya pun
mengusik relungmu..

Mengapa tak hendak kau berdiam
di telaga mataku?

Mengapa kau tak meyakinkanku sekali lagi,
seusai kau beranjak petang kemarin,
bahwa kau akan selalu kembali?

~ Wil Twilite ~
Sabtu, April 01, 2017

Waiting for The Dawn

Segala tentangmu
adalah kemungkinan-kemungkinan,
yang belum mewujud nyata..

Dan wujudmu dalam benakku,
adalah keheningan yang menjelma insan..

Keheningan yang setia,
keheningan yang memahami segenap jiwa,
keheningan yang menenteramkan,
keheningan yang tak banyak bicara hal tak penting.

Hening tak pernah mengecewakanku,
sejauh aku mengenalnya,
pun ia tak pernah berdusta..

Ada kedamaian mengalir dalam hening,
membuka jalan perbincangan antara batin dan pikiran,
menguraikan segala kerumitan dalam bahasa yang paling halus.

Adakah kesempurnaan semacam itu
mewujud ke dalam bentuk yang fana?
Adakah hal yang terlalu indah,
kan hadir di hidupku?

Aku takut bila wujudmu hanya terperangkap di alam mimpiku,
atau angan yang menggantung di ingatan.

Tentang menunggu,
dan impian kanak-kanak yang beranjak dewasa,
dalam relung takdir..

Aku dan dia, mungkinkah 'kan ada perjumpaan?




~ Wil Twilite ~
Selasa, November 22, 2016

Detak Sunyi

sunyi berdetak pada jam dinding
sementara irama degup jantung
hanyalah kesunyian lain yang lebih liar


~ Wil Twilite ~
Senin, Oktober 31, 2016

kerling dan kerlip

Setiap kali kerling mata bertemu kerlip bintang,
terasa ada chemistry yang mengikat,
seolah keduanya pernah bersama,
tahunan cahaya silam...


~ Wil Twilite ~
one lonely star
Kamis, Juni 16, 2016

Puisiku

Aku suka berpuisi,
disaat aku tengah jatuh cinta
dan disaat patah hati

Dua musim yang menggelorakan
dan menghempaskan rasa

Penaku mengalun


~ Wil Twilite ~
Jumat, Maret 18, 2016

Me and My Solitude

Ketika hanya malam
yang sanggup mengeja diamku,

selebihnya,
pagi hanya menyimpan semua mimpiku
dalam kebisuan yang lengang...


Sejatinya, pemahaman berproses dalam diam, ketika diri menilai sikap dan reaksi seseorang atas kata-kata maupun tindakanku. Dalam hal ini perlu kesinambungan antara hati dan pikiran.

Dalam diam tersirat keraguan, menimang segala aspek yang merujuk pada satu keputusan. Dan, keputusan mengambang di awang-awang bagai gugusan mega di lembayung senja yang perlahan menutup tirai kelam malam.

Ada kalanya aksaraku menjelma ikrar yang lain, tatkala ku takut ia menyerupa benang-benang ingatan yang tengah kurajut menjadi tautan rindu berjelaga, dalam termenung.

Rindu, yang tak semestinya dihadirkan...
Cukuplah sunyi ini mengintai sejauh pemahaman dalam diam.


~ Wil Twilite ~



Senin, Juli 14, 2014

(bukan) sejarah

melupakan, dalam ingatan
tiada mewujud rasa,
pun tiada tersentuh,
pun tak tergapai dalam bentang

lalu apa...?
sembilu menyayat dalam untai
a.k.s.a.r.a
membiru jantung

aku enggan menanggapi
biarlah dalam diam kita merenung
tentang makna
tentang kita, waktu, dan jarak

lalu...?
katanya waktu berkisah,
mengukir sejarah panjang
tentang datang dan pergi

aku membatu
enggan tancapkan sejarah
di satu tempat

aku bukan sejarah,
nan enggan hidup dalam ingatanmu semata

aku tak bisa melupakan
sesuatu yang melekat dalam ingatan
tanpa waktu...
mengukirnya menjadi sejarah

aku ada,
'kan selalu ada
walau terkadang a.k.s.a.r.a
tak menghias lisanku 'tuk merayu

~ Wil Twilite ~
Rabu, Juni 11, 2014

waktu.. menghitung..

dan waktu menghitung
detaknya
lajunya
geraknya
gemulainya
pacunya

kamu...
tertegun
menanti
menangis
meratap

...dan kita
bimbang
bertanya
menerka
tertawa
menangis
kesal
merindu

satu tahun
diantara keterbatasan yang tak terbatas
diantara samudera membentang
aku dan kamu

...menepi...


~ Wil Twilite ~
Senin, Oktober 07, 2013

words to you

Kekasih...
aku suka caramu menyelinap diantara jelaga pikiranku
meninggalkan jejak pada tiap jengkal labirin hatiku
menguraikan kerumitanku

~ Wil Twilite ~
Minggu, September 22, 2013

Jejak Rindu

Jejak-jejak basah yang kutelusuri kembali... satu rasa mengombak riuh di samudera hatiku...

Pada tiap jeda yang hadir mengisi rongga waktu diantara penat dan gamang... menyusur lorong sunyi diantara derap santun langkah-langkah doa...

Getar hati yang melantun dzikir, sayup turut menggemakan namamu... bila ia samudera, maka ia 'kan hantarkan kapalmu mengarung hanya menuju dermagaku...


#Rindu @AdeliaWinter

~ Wil Twilite ~
Kamis, September 19, 2013

secangkir senja

Bolehkah kuramu secangkir senja untukmu...?
Biar melarut hangat
mengalir melalui jenjang lehermu
yang biasa kukecup dalam dekapan,
ingatkah...?

Boleh jadi aku sedang kehabisan rayuan.
Kelu terasa.
Terlalu rindu.
Lalu membatu waktu.
Menunggu dalam termangu.
Saatnya nanti mengunjungi kotamu.
Lagi.
Dan lagi.

Wil Twilite
Sabtu, September 14, 2013

#sihir #cinta

seketika cinta menyihirku, 
menghilangkan segala ingatan tentang dunia 
di luar engkau... 

namun kecupmu 
runtuhkan dinding-dinding semu 
yang membatasiku...

~ Wil Twilite ~
Kamis, Juli 18, 2013

Rinai Rindu

Diantara rinai gerimis yang menjelma hujan seusai senja,
aku merinaikan jua butiran rindu pada riak sungai kecil di hatimu,
berkayuh sampan...

Pada tiap hening jeda yang kau torehkan,
ada dentuman hasrat yang melandai,
enggan tergelorakan sebelum asa melabuh dalam titian waktu...

Saat hujan, memang selalu ada saja yang jatuh, luruh...
ada saja yang ikut mengalir, pergi menjauh...

...Rindu...


~ Wil Twilite ~
Rabu, Juli 17, 2013

Ingatan...

aku sanggup mengingat banyak hal
tentangmu
tentu saja
terlalu lekat di kepala
kau taburkan mantera cinta di pikiranku

~ Wil Twilite ~
Minggu, Mei 12, 2013

Perangkap Rasa

ketika perbincangan suguhkan sepiring kenangan,
sejenak lidah kita lupa pada rasa...
lewat kerling mata,
rasa berpindah mengecap tatap...

penikmat rasa,
bercengkerama dengan malam,
enggan tenggelam dalam kelam tanpa tabur bintang

luruhkan angan,
mendekap pada pijar unggun biru...

kau dan aku,
...kita...
dalam perangkap rasa


~ Wil Twilite ~


Rabu, Mei 01, 2013

~ the end ~

lampu jalan temaram
percikkan kerlipnya
diantara bingar lalang orang

di sudut taman,
terduduk membisu seribu bahasa,
seorang wanita dalam tatap hampa

malam pun sedang enggan berembus
terdiam ia mengamati satu demi satu cahaya luruh
di pelataran megah tirai kelam langit

... menutup sepenggal kisah ...


~ Wil Twilite ~
Rabu, Februari 20, 2013

A woman's tears

Hati wanita,
dan rahasia yang rapih tersimpan di dalamnya,

tak terkatakan,
namun terkadang
rahasia
menjelma butiran air mata...

~ Wil Twilite ~
Senin, Februari 18, 2013

Cloudy Afternoon

Memasuki labirin pikiran,
dengan perasaan tak menentu...

Mengukur waktu,
dalam tetesan peluh dan air mata...

ada senyuman,
getar bahagia,
bahkan derai tawa
yang membahana
di sudut ruang hati...

Di hadapan guratan langit senja ini,
aku seumpama cermin
yang memantulkan mendungnya :)


~ Wil Twilite ~
Senin, Februari 11, 2013

Lampion, malam...

Malam dan lampion,
ku ingin meredup diantara pijar hangat matamu,
terasa menjalari aliran darahku...

Kamu,
sesuatu yang menyatu dengan nadiku,
kehidupan...


~ Wil Twilite ~
Minggu, Februari 10, 2013

Hampa, Waktu...



Ada hampa pada percakapan yang terputus, 
seperti ruang berbagi yang mendadak bisu...

Aku menatap jam dinding, 
menghitung lembaran waktu yang tersisa, 
usia membukukan kisah dalam warna-warni 
yang tertoreh di atas kanvas putih kehidupan...

Waktu mengubah banyak hal,
mungkin mengubahku, mengubahmu,
mengubah pola percakapan kita,
mengubah aku dan kamu yang kita kenal sebelumnya...

Waktu, 'tlah lukiskan satu kisah cinta yang tersesat, 
dan berputar-putar di ruangnya...

Jangan biarkan masa lalu mengusik saat ini, 
sebab kita takkan pernah bisa persembahkan 
yang terbaik untuk masa depan...


~ Wil Twilite ~