Senin, April 30, 2012

Little Town

Menyusur senja, diantara wajah-wajah asing...
Jakarta...

Aku tak lupa pada jalan ini. Jalan yang sangat kukenal, dan mengenalku dengan baik. Jejak langkahku selalu tertinggal dan membekas. Mungkin begitulah yang ditulisNya, jalan ini menjadi saksi moment by moment hidupku. Berlalu-lalang melewatinya, di tiap jengkal usia. Senantiasa menyaksikan perubahannya. Jalan ini pun menyemai perubahanku dari waktu ke waktu. Tak satu masa terlewatkan. Jalan ini menyatu hembus nafasku, kami saling berhubungan batin. Bagai jiwa dengan rasa, jalan dengan jalan, jembatan dengan jembatan. Kau dan aku. Menyusur lorong panjang. Berbatasan dengan waktu dan waktu. Lengang.


Little town, it's a quiet village. Everyday, like the one before. –Belle

February 24th, 2012
Wil Twilite
Rabu, Maret 14, 2012

LoveTweets #1


@lexdepraxis: cinta itu simpel dan sederhana, manusianya yang ribet dan suka nyusahin diri

@hurufkecil: kamu tahu apa yang paling tidak sederhana? mencintai dengan sederhana

@penyaircyber: siapa yang ingin menampung cahaya bulan? mungkin kejernihan mata

@sajak_cinta: tak perlu kau takut kehilangan matahari, sebab cinta adalah mata yang bisa memilih cahayanya sendiri. ~@siluetbarat

@AndreiAksana: Malam menyebar bintang, aku memecah pikiran. Kamu di mana-mana di angkasaku.

@AndreiAksana: Di keterbatasan rasa, tak mungkin ku meruangkan makna. Cinta seperti apakah yang menghitung mundur?

@sajak_cinta: Sauh kutautkan di batu karang yang tak kukenal. Aku, kapal limbung meninggalkan pulau; yang hanya berpenghuni engkau.

@BilanganFu: Semakin aku terlibat dalam penderitaanmu, semakin aku ingin bersamamu. #Saman

@Lushmith: Seperti bumi yang berotasi. Seperti hari yang setia berganti. Seperti itu aku jatuh dilututku. Setiap kali otak menyebut namamu.

@nankinann: Cinta itu kayak ujian, harus optimis buat hasil akhirnya.

@InfoFollowers: Jika kamu gagal di awal; Bukan berarti kamu akan gagal juga di akhir; Karena di pertengahan, kamu bisa mengubah semua jadi lebih baik.

@topeng2kaca: Jangan bodoh, dengan melepas pelukan, kita tak sedang saling meninggalkan, hanya sekedar menunda lagi kebahagiaan.
@Kutipan_Anda: Apabila dua insan mencintai Tuhan yang SATU, maka mudahlah bagi mereka untuk berSATU

@InfoFollowers: Tuhan menciptakan kita dengan baik, supaya kita mencintai orang lain dengan cara-cara yang baik.


Reetweet on my twitter:
@KucingHitamz
Minggu, Maret 11, 2012

Sunyi, mimpi...


Aku mengayuh sampan di lautan mimpimu...

Tak pernah berpapasan dengan sesiapa,
selain riak mengiring memecah hening...

Mengapa kita tak pernah bertemu
di ruang mimpi berjelaga...?


Kekasih,
bahkan mimpimu pun sunyi...



February 2012,
~ Wil Twilite ~
Kamis, Maret 08, 2012

Passion


You whisper into my ear, sweet things that make me weak. Then you look into my eyes with your mysterious provocative gaze, causing you to touch my skin, to feel the burning of your flames, caressing me with a love that is real, then you kiss me...

As I feel your wet eager lips, our hungry tongues indulging in their craving, to feel the poison of your blood boiling throughout your soul. Sending electrify emotions, stimulating pure intoxication...

As your hands flows over me; touching every curve and every part of me... It seems I move my legs apart automatically. As you lift me on the mystical ride while my body you know I will guide. Just listen to our song. Making love all night long. The flames of passion, desire and love is taking control over us...

You put your hands in my breast, as I feel a sensation so exciting. When you kiss my nipples with your eager lips, every time you do that, it gets more and more fulfilling. Let me feel those sensations, as I feel you deep inside me...

Feeling a rage so incredible to resist, as all I want is to let go of all this love I have in store. You got me twisting, soaking wet. I feel you as you are pausing deep inside me, and then I feel you pull out and pull back in, I moan from pure delight and ecstasy, I get the shivers...

But... is from the fire lit inside my being, my body is slippery everywhere. I scream... Please, harder and harder... I call out your name... Crying out in anguished bliss. A slight sigh... ''A gasp for air''. This fire is so immense. So full of energy and heat. Even water could not quench this fire inside of me...

Cause your love... always will remain, burning there endlessly. Cause you make my erotic senses rise, while you take me higher and higher, than I have ever been...

In the mystical ride of yours, that I just can't get enough. Because without you and your love, there would not be a hot sexual taste in me...



Original Title: Hot Sexual Taste
Author: Lourdes S.
Kamis, Maret 01, 2012

7 jenis cinta


Psikolog Amerika Serikat, Robert Sternberg menjelaskan, bahwa cinta terdiri dari tiga komponen, yaitu keintiman, gairah, dan komitmen. Ketiganya saling berkaitan dan membentuk 7 jenis cinta.

Yang pertama adalah cinta pertemanan. Dalam jenis ini, kadar keintiman lebih menonjol. Tapi minim gairah dan komitmen.

Yang kedua adalah cinta pada pandangan pertama. Gairah menjadi komponen penting, walaupun tidak ada komitmen dan keintiman.

Yang ketiga adalah cinta yang hampa. Terdiri dari komitmen. Biasanya terjadi pada hubungan yang sudah lama, karena gairah dan keintiman berkurang.

Yang keempat adalah cinta romantis, yang terdiri dari keintiman dan gairah. Komitmen...? Nggak selalu ada di cinta romantis.

Yang kelima adalah cinta setia. Gairah dalam cinta jenis ini bisa saja pudar. Tapi keintiman dan komitmennya tetap bertahan.

Yang keenam adalah cinta buta. Yang hanya berdasarkan gairah dan komitmen. Tanpa keintiman sama sekali. Cinta buta bisa jadi negatif karena hanya melibatkan rasa ingin memiliki yang mengikat dalam sebuah hubungan.

Nah, yang terakhir adalah CINTA SEJATI. Cinta ini disebut paling sempurna karena mengandung keintiman, gairah, dan komitmen. Cinta sejati cenderung lebih stabil karena terdiri dari tiga komponen tersebut. Oleh karenanya, akan lebih langgeng.



taken from: twitter account @iniWanita
Rabu, Februari 29, 2012

Anesthetic


Perlahan jarum itu menusuk nadiku

Perih terasa,
saat cairan itu masuk
menjalari aliran darahku

Aku pasrah, terbius...

Sebab ia mampu mematikan fungsi indera dan syaraf-syarafku
Ah, mengapa tak termasuk ingatan...?

Dalam pejam yang melayang,
sayup kudengar suara Dokter,
“Biarkan dia sebentar, ini hanya sementara saja...”


“Ah, mengapa hanya sementara, Dok...?”
Sayang, ia tak mendengar suaraku...



From this slumber you shall wake, when true love’s kiss, the spell shall break... ~ Disney’s Sleeping Beauty


February 24th, 2012
~ Wil Twilite ~
Rabu, Februari 22, 2012

X-Men: Mutan dan Kita


Gambar di atas merupakan salah satu adegan favoritku dalam film X-Men First Class. Suatu malam Raven mendatangi Charles yang sedang asik duduk membaca di sofa. “Maukah kau membacakan cerita untukku...?”, tanya Raven. “Tidak malam ini. Aku sedang mempersiapkan diri untuk ujian thesisku”, jawab Charles. Raven mendekat, duduk disamping Charles, kemudian merebahkan kepalanya di pangkuan Charles, “Baiklah. Bacakan saja thesismu. Aku akan mendengarkannya sebagai pengantar tidurku, seperti biasa”. Well, kurleb seperti itu dialognya, seingatku.

Charles yang sudah mengetahui bahwa dirinya ‘berbeda’ sejak masih kecil, suatu malam memergoki Raven mengendap-endap di dapur rumahnya, mencari makanan. Raven yang panik menampakkan wujud aslinya, mengira Charles akan takut padanya, namun ia salah. “Kau tak takut padaku...?”, tanya Raven heran. “Aku selalu percaya bahwa aku bukanlah satu-satunya orang yang ‘berbeda’ di dunia ini. Dan ternyata aku benar. Ada kau.”, jawab Charles sambil tersenyum, seraya mengulurkan tangannya. Selanjutnya Charles mengangkat Raven sebagai adik dan mengizinkan tinggal dirumahnya. Raven yang selama ini malu pada wujudnya, merasakan ketulusan Charles menerima dirinya apa adanya dan senantiasa memberi dorongan pada Raven agar dapat menerima dirinya sendiri yang 'berbeda'.

In my personal opinion, karakter Charles memang keren. Profesor muda yang jenius, penyayang dan kharismatik. Ditambah kemampuannya memasuki dan mengendalikan alam pikiran orang lain. Telepati tingkat tinggi.

Anyway, kalau dipikir-pikir, kehidupan para mutan dalam film X-Men mirip dengan kehidupan homoseksual (pada umumnya), dan atau kehidupan lesbian (pada khususnya). X-Men mengisahkan eksistensi mutan yang hidup berdampingan dengan manusia. Mereka dianugerahi kekuatan melebihi manusia pada umumnya, namun mengalami kesulitan dalam mengendalikannya. Sebagian mutan ada yang memiliki wujud fisik yang tak biasa, seperti Raven (Mystique). Tak jarang, mereka cenderung mengasingkan diri dari pergaulan karena merasa dan dianggap aneh oleh lingkungan. Dalam proses pencarian jati diri, mereka mencari tahu apakah di luar sana ada orang lain yang seperti mereka, berharap tak sendiri.

X-Men First Class mengisahkan awal perkenalan Charles dengan Raven di masa kecil. Selanjutnya saat dewasa, takdir mempertemukan Charles dengan Erik, menjadikan mereka sahabat. Bersama-sama, mereka mengeksplorasi kekuatan yang dimiliki dan belajar mengandalikannya. Berbekal kemampuan telepati Charles yang sangat tinggi, mereka mulai merekrut mutan-mutan yang berkeliaran di luar sana, mengumpulkannya, menaunginya. Inilah cikal bakal terbentuknya komunitas mutan.

Awalnya mereka semua bersatu dengan satu visi dan misi yaitu melatih dan mengendalikan kekuatan yang dimiliki. Sebab, kekuatan yang tidak terkontrol dapat mencelakai manusia. Namun di tengah jalan, satu peristiwa besar (momentum) menyebabkan Charles dan Erik berseberangan ideologi, yang berakibat pecahnya komunitas mutan menjadi dua kubu. Persahabatan antara Charles dan Erik pun bermutasi menjadi permusuhan.

Charles mendirikan The Xavier Institute atau X-Mansion, tempat yang disediakan bagi para mutan (X-Men) untuk bernaung dan belajar mengendalikan kekuatan yang dimiliki agar dapat berbaur dengan manusia tanpa harus merasa takut dan atau mencelakai. Di sisi lain, Erik dengan Brotherhood of Mutants-nya mengumpulkan mutan-mutan yang merasa diasingkan oleh manusia, menggalang kekuatan besar untuk menguasai dunia, menjadikan manusia sebagai musuh yang dianggap mengancam eksistensi kaumnya di muka bumi.

So... silakan dianalogikan sendiri dengan kehidupan homoseksual dan atau dunia lesbian yang kita jalani. Apakah kita termasuk pengikut aliran Charles Xavier a.k.a. Profesor-X, ataukah kita penganut paham Erik Lehnsherr a.k.a. Magneto...? Apakah kita lesbian yang sekalipun memiliki orientasi seksual berbeda, tetap menyadari bahwa kita merupakan bagian dari masyarakat, dan tetap berusaha meningkatkan kualitas diri kita dalam masyarakat...? Ataukah kita lesbian yang memilih untuk bersikap antipati terhadap masyarakat, karena merasa diri ‘berbeda’ dan hanya ingin hidup dalam lingkaran komunitas sendiri, enggan berbaur dengan masyarakat...?

--------------------------



Unfortunately, I do know you. God, I don't know what's gotten into you lately. You're awfully concerned with your looks. (Professor Charles Xavier to Raven/Mystique)

If you're using half your concentration to look normal, then you're only half paying attention to whatever else you're doing. Just pointing out something that could save your life. You want society to accept you, but you can't even accept yourself. (Erik Lehnsherr to Raven/Mystique)



~ Wil Twilite ~
Kamis, Februari 02, 2012

Intermezzo


Aku menyukai pekerjaanku. Di sela-sela jam kerja yang menggila dan tekanan yang kadang membuat depresi, aku masih bisa menemukan kesenangan tersendiri. Salah satunya adalah membaca-baca beberapa surat kabar ibukota dan majalah wanita yang dikirimkan langsung oleh masing-masing redaksi ke meja bosku. My boss sesekali melirik jika halaman yang sedang kubuka adalah cerpen :D. Hehehe. Biarlah. Toh setiap kali dia menanyakan rubrik-rubrik tertentu yang ‘seharusnya’ aku baca, aku bisa menjawabnya.

Cuplikan cerpen berikut, cukup menarik. Setidaknya, cukup menarik untuk kusimpan di blog tercintaku ini.

-------------------------------------

Amarah Resti yang tersulut karena Kay, memancing perasaan asing yang selama ini tak mampu kuterjemahkan. Kay belum pernah berteriak ketika amarah menguasainya. Perempuan itu selalu memilih diam. Berbeda dari Resti yang selalu mengeluarkan apa saja yang berkecamuk dalam hatinya. Wanita itu selalu terus terang dalam segala hal, walaupun keterusterangannya terkadang menyakitkan.

Sesuatu dalam diri Resti mengeluarkan sisi diriku yang tak pernah kuketahui selama ini. Aku ingin dimengerti oleh wanitaku. Ada riak senang menyadari bentuk perhatian yang selama ini tak pernah kurasakan. Mendiamkan segala kegundahan hati ternyata tak pernah menuntaskan masalah. Menegurku dengan lengkingan suara prajurit di medan perang, justru membuatku sadar kalau aku tak boleh mengulangi kesalahan apa pun yang dapat menyulut emosi Resti hingga batas maksimal.



Cerpen: Second Wife (Rara Lingga, Kartini 2314, 2012)
Senin, Januari 30, 2012

Partner dan Kebahagiaan

Beberapa waktu lalu, ada seorang sahabat L yang curcol (curhat colongan) mengenai peran partner bagi L. She asks me, "Kak Wil, sebenarnya apa sih tujuan utama L mencari partner...? Standar kriterianya tuh kira-kira seperti apa, sih...?".

Aku bertanya, “Kalo kamu pribadi, kenapa kepengen banget punya partner...?”. Jawabnya, “Aku ingin bahagia, Kak. Sendiri tuh ngga enak. Kalau punya pacar kan enak, ada yang merhatiin, ada seseorang yang bisa kita kasih perhatian, sayang-sayangan gitu, deh, Kak...”. GUBRAAAKK...!! Tujuan memiliki partner untuk memperoleh kebahagiaan. Weleh-weleh. Itu artinya meletakkan kebahagiaan kita di tangan orang lain, dong...? Dalam hal ini partner. Ada partner kita bahagia, ngga ada partner kita ngga (berhak untuk) bahagia. Sedemikian dangkalnyakah makna kebahagiaan bagi L...?! Please deh, jangan sekali-kali memiliki tujuan semacam ini dalam mencari partner. Sebab kebahagiaan sejati itu datangnya dari dalam diri dan merupakan tanggung jawab kita sendiri sebagai lesbian dan sebagai manusia. Menyedihkan sekali orang yang hanya menggantungkan hidup dan kebahagiaannya kepada cinta orang lain. Betapa kosong hidupnya. Lebih baik menjomblo jika memang kita belum memahami benar tujuan memiliki partner. Cobalah terlebih dahulu kita mengenali dan menyayangi diri kita sebelum mengenal dan menyayangi orang lain, belajar mandiri serta meningkatkan kualitas diri. Orang yang tepat akan datang pada saat yang tepat, yang hadirnya mampu melengkapi kekurangan kita dan sebaliknya. Berhenti memimpikan “kekasih maha sempurna” yang akan datang membawa “paket lengkap kebahagiaan”, dan ketika dia pergi, “seluruh paket” kebahagiaan itu pun ikut pergi bersamanya. Tak bersisa.

Kriteria adalah ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan sesuatu (artikata.com). Awalnya aku berpikir kriteria akan terbentuk setelah kita menjalani proses pengenalan diri terlebih dahulu. Ternyata aku salah. Kriteria bukanlah harga mati dalam menemukan pasangan yang cocok. Terkadang kita memiliki keinginan-keinginan dalam hati atau pikiran akan figur orang yang menjadi pasangan kita kelak. Dalam proses mencari dan menemukan cinta sejati, kita pun berpapasan dengan orang-orang yang mendekati kriteria kita.

Perjumpaan dengan Ms./Mrs. Right dapat terjadi dalam dua kemungkinan. Pertama, setelah melewati tahapan mengenal diri sendiri, kita mulai memahami kriteria partner yang kita butuhkan. Kemudian atas berkat rahmat-Nya, kita dipertemukan dengan seseorang yang sangat sesuai dengan kriteria yang kita butuhkan. Kedua, dalam kondisi masih labil dan dalam proses pencarian jati diri, dimana belum memahami benar apa yang kita butuhkan, datanglah seseorang yang hadirnya mampu membuat hidup kita lebih terarah dan bermakna, serta banyak membawa perubahan positif.

Namun tak jarang, hubungan kandas di tengah jalan karena berbagai alasan. Kemudian kita akan menemukan dan menjalin hubungan yang baru dengan perempuan lain. Begitulah siklusnya. Terkadang ada yang menganggap kita terlalu pemilih. Bagiku memilih dan menunggu datangnya orang yang tepat bukanlah suatu hal yang buruk. Sebab semua orang layak untuk bahagia dan mendapatkan “yang terbaik”, dalam konteks yang sangat personal tentunya. Yang kita butuhkan adalah dia yang bersedia menerima ketidaksempurnaan kita, dan hadirnya mampu menyempurnakan kita, begitu pun sebaliknya. Jangan membentuk kriteria pasangan yang terlampau sempurna. Sebab takkan pernah ada kesempurnaan di dunia ini. Kesempurnaan yang sejati itu hanya milik Tuhan. Hanya Dia Yang Maha Sempurna.




January 27th, 2012
~ Wil Twilite ~
Jumat, Januari 06, 2012

Welcome Evanescence


Kemarin, sempat membaca di beberapa link berita favoritku, katanya Evanescence dipastikan akan hentak Jakarta pada 25 Februari 2012. Wow... what a great news...!! Secara aku udah ngefans berat sama Amy Lee Cs. semenjak album mereka yang Fallen. Selain lagu-lagunya yang oke punya (menurut aku), style misteriusnya Amy Lee tuh keren banget deh, plus lengkingan suaranya yang menggetarkan. Halah-halah, mulai hiperbola deh :p.

Intinya, aku berharap banget bisa nyaksiin konsernya secara langsung. Berharap ada yang ngajakin gitu. Ada ngga, ya...? Hehehe. Can't wait to hear "Bring Me to Life", in live concert... ^^


How can you see into my eyes like open doors...?
Leading you down into my core where I’ve become so numb
Without a soul my spirit's sleeping somewhere cold
until you find it there and lead it back home

Wake me up inside
Wake me up inside
call my name and save me from the dark

bid my blood to run
before I come undone
save me from the nothing I’ve become


(Bring Me to Life - Evanescence)



~ Wil Twilite ~