Selasa, Juni 08, 2010

Perhentian


langkah ini kian terasa semakin lemah dan lelah
meniti jalan yang tak berujung

ingin kugulung peta perjalananku sampai disini
sebab kutahu, takkan ada yang merindukanku juga

aku hanyalah seorang pengembara asing
yang terdampar di ruang tak berwujud

tiada berteman,
hanya kesunyian yang semakin erat mendekap

kuingin hentikan langkahku di sini,
di atas tanah retak
yang senantiasa dinaungi oleh kemarau panjang
dimana tetesan hujan pun enggan menyapa


~ Wil Twilite ~
end… in the sacred land of loneliness...
Senin, April 19, 2010

bersekutu dengan iblis


aku bersekutu dengan iblis,
ketika meminta kepadanya
agar kau jatuh kepelukanku
dengan segera…

menyenangkan bersekutu dengan iblis
pada setiap permulaannya
dia memberiku janji-janji indah
mengabulkan segala yang kuinginkan

hingga akhirnya aku benar-benar jatuh
kedalam jebakannya…
iblis kemudian mendekatiku sambil tertawa,
hei cucu adam, sekarang serahkan jiwamu kepadaku

jiwaku…? Apa maksudmu…?”, jawabku ketus
kau sudah janji, jika kuberikan segala yang kau inginkan, maka jiwamu untukku

sungguh, aku tidak merasa menjanjikan jiwaku kepada iblis, tidak dalam mimpi sekalipun…!

namun iblis tak terkalahkan dalam tipu daya, ia menghipnotisku, membuatku seperti melihat sebuah tayangan film, dimana aku sedang membuat perjanjian dengannya, seperti apa yang ia katakan…

Persetan kau, iblis…! Pergilah ke neraka, karena tempatmu di sana… kuingkari semua penglihatan semu yang coba ia tunjukkan… namun terlambat… jiwaku segera ditariknya, begitu cepat bahkan mataku belum sempat berkedip…


... namun aku tak mati, aku masih memiliki utuh ragaku, dan masih bernafas …



… hanya, tanpa jiwa …
Selasa, Januari 26, 2010

THERE’S NO SECOND CHANGE FOR FIRST IMPRESSION


Hmmm... sebuah catatan lama dari blog-ku terdahulu :


Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya.... terserah Anda

Kamu pasti masih ingat dengan petikan kalimat dari salah satu iklan deodorant ini, kan...? Ya, setiap orang pasti ingin memberikan kesan yang baik pada pertemuan pertama dengan orang lain yang baru ditemuinya, terlebih kalau orang tersebut dapat dikatakan istimewa; misalnya saja seseorang yang sudah kamu sukai atau kagumi selama ini, tetapi belum pernah bertemu secara langsung, atau seseorang yang terkait dengan urusan pekerjaan seperti klien atau relasi bisnis, bisa juga orangtua dari sahabat atau kekasih kamu, dan lain sebagainya. Perlu kamu ketahui, bahwa tidak ada kesempatan kedua untuk kesan pertama (there’s no second change for first impression). Jika kamu terlanjur memberikan kesan yang kurang, atau bahkan tidak menyenangkan pada awal pertemuan dengan seseorang, jangan harap untuk selanjutnya hubunganmu dengan orang tersebut bisa berjalan lancar atau mulus seperti yang kamu harapkan, kecuali dengan melalui perjuangan yang sangat ekstra, barangkali, namun itu pun juga tidak ada jaminan.

Sebenarnya, kesan pertama bisa kamu bentuk sendiri. Dalam ilmu komunikasi, hal ini disebut sebagai ”Proses Pengelolaan Kesan”. Alangkah baiknya kalau kamu mempunyai ciri khas tersendiri pada saat memperkenalkan diri untuk pertama kalinya dengan orang-orang baru, agar kelak saat memiliki kesempatan untuk bertemu lagi dengan mereka, tidak akan memerlukan waktu yang cukup lama bagi mereka untuk mengingat-ingat siapa kamu, dimana pernah bertemu sebelumnya, atau pun kesan lainnya yang mungkin akan muncul di dalam benak mereka nantinya.

Aku teringat kembali dengan salah satu materi yang pernah dibahas pada saat aku masih duduk di bangku perkuliahan dulu, sayangnya aku ngga ingat kalimat ini dikutip dari buku yang mana, pastinya aku masih ingat teorinya, seperti ini;

Kita sudah mengetahui orang lain menilai kita berdasarkan petunjuk-petunjuk yang kita berikan; dan dari penilaian itu mereka memperlakukan kita… Untuk itu, kita secara sengaja menampilkan diri kita (self-presentation) seperti yang kita kehendaki…”

Jadi, pada dasarnya self-presentation itu adalah sesuatu yang dapat kamu bentuk sendiri, sesuai dengan kehendakmu akan feedback seperti apa yang kamu harapkan dari orang lain terhadap dirimu. Memang, ini bukan hal yang mudah, perlu skill istimewa untuk bisa mempraktekannya, karena setiap orang pada umumnya akan merasa canggung pada saat pertama kali bertemu dengan orang lain yang baru dikenal. Jangankan untuk bisa mengatur sikap, untuk menatap saja rasanya sulit. Makanya, kamu perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, kamu tidak harus menunjukkan sikap atau perilaku yang sangat terkesan dibuat-buat, yang bukan mencerminkan kepribadianmu yang sesungguhnya, terlebih lagi kalau sangat jauh melenceng dari karakter dirimu yang sesungguhnya, bisa-bisa orang lain merasa mual atau bahkan muak dibuatnya, tampilkanlah dirimu senatural mungkin. Kedua, aturlah intonasi suaramu serta gaya bicaramu agar terdengar santun. Ketiga, tataplah mata lawan bicaramu sewajarnya, jangan berlebihan, apalagi terkesan acuh tak acuh, pastikan tatapan matamu memberikan kesan bahwa kamu menghargai lawan bicaramu. Keempat, perhatikan juga bahasa tubuhmu, kalau bisa sih dikendalikan agar tampak tenang dan bersahaja (wah, yang ini berat nih, aku aja suka grogi atau salting sendiri kalau berhadapan dengan orang-orang yang baru ketemu atau baru dikenal, malah sok ngajarin kayak gini...hihihi...tapi dengan catatan, harus punya self-control yang bagus untuk bisa menampilkan point terakhir ini secara maksimal). Kira-kira sih secara garis besarnya seperti itu, alangkah baiknya kalau kamu bisa kembangkan lagi. Selamat mencoba, ya... <seharusnya selesai disini>

Lain halnya kalau kamu ingin memberikan kesan pertama yang buruk, biasanya hal ini berlaku terutama bagi orang-orang yang dijodohkan secara paksa oleh orangtuanya, padahal hatinya tidak ikhlas, atau sudah memiliki tambatan hati yang lain. Plis deh, Siti Nurbaya banget. Tapi pastinya semaju apa pun peradaban, budaya ’perjodohan paksa’ ini masih saja ada yang menerapkan di bumi Indonesia tercinta ini, tak peduli dari suku bangsa atau etnis mana pun, tentunya dengan dilatarbelakangi oleh berbagai macam alasan yang sebenarnya kurang masuk akal, atau bahkan tidak masuk akal sama sekali, tetapi ’dipaksakan’ saja supaya masuk akal (lho...koq jadi muter-muter begini...?). Hmmm, sedikit ’masukan’ bagi kamu yang barangkali saja termasuk kategori yang terakhir ini. Pertama, tampilkanlah dirimu se-’dibuat-buat’ mungkin. Kedua, tunjukkan sisi terliar dirimu yang kamu yakin ≥ 100% saat kamu menampakkannya akan membuat mual atau muak siapa pun yang melihatnya. Ketiga, aturlah intonasi suara kamu dalam setting volume yang semaksimal mungkin disertai dengan gaya bicara a la ’Limp Bizkit’ atau ’Linkin Park’ style. Keempat, tataplah mata lawan bicaramu dengan melotot selebar mungkin, atau terpejam sama sekali, dan jangan setengah-setengah. Dan terakhir, last but not least, tidak perlu kamu kendalikan bahasa tubuhmu, biarkan saja tubuhmu bergerak sesukanya mengikuti irama gaya bicaramu yang a la ’Limp Bizkit’ atau ’Linkin Park’ style tadi. Dijamin, 500% s.d. 900% orang tersebut tidak akan mau dan tidak akan sudi untuk bertemu lagi denganmu di lain kesempatan, malah kalau bisa, hari itu juga, atau bahkan detik itu juga ’membantu’ kedua orangtuamu untuk menghubungi psikiater terdekat, atau bahkan yang lebih tinggi lagi tingkatannya dari ’sekedar’ psikiater. Hehehe...makanya, bacanya jangan serius-serius dong ah...!!!


~ Wil Twilite ~
Selasa, Desember 15, 2009

T.I.T.I.K


pada satu titik ini,

aku kehabisan cerita,
kehabisan waktu,
kehabisan tenaga,
kehabisan pemikiran,

sepertinya aku ingin
menarik nafas sejenak

Hhhhhhh.......


~ Wil Twilite ~
Selasa, November 24, 2009

tentang diary


tentangmu,
tentang dia...

tentang kisah kita
yang terpetakan
dalam waktu,
dalam kata-kata...


~ Wil Twilite ~
biarkan diary itu tetap terkunci

fire heart


aku ingin tetap meretas sepi
tak peduli tangismu mengiba di bahuku
sebab api amarah belum kunjung padam
ditiup hembusan nafasmu yang memburu
justru semakin merah menyala…

jika kau mau padamkan api,
itu haruslah dengan kesejukan,
mata airmu yang tenang…


~ Wil Twilite ~
maafkan jika kau ku sayangi
Sabtu, November 07, 2009

Jendela XIII


Last but not least… halah…!! Sok banget bahasanya… Frizzy Jo… hihihi… namanya lucu yah, plesetan si Jonathan Frizzy banget, sempat terimajinasikan sosoknya cool macam si Ijonk…

anyway… tulisannya simple, nggak harus mengernyitkan dari seperti di rumahnya aderain atau lakhsmi… juga ngga terkotak-kotak macam blognya alex… pendapatku, pembaca seperti ‘digiring’ untuk mengenal sosok Jo lebih dalam… dari peristiwa demi peristiwa yang dia alami, rasa takut, rasa berdosa, rasa sedih, sampai dengan rasa syukur dan rasa bahagia yang silih berganti mewarnai hidupnya… dia bercerita tentang dirinya, sahabat-sahabatnya, hmmm, pacar-pacar serta gebetan-gebetannya, pekerjaannya, serta orang-orang terdekat yang mempengaruhi dirinya… menyenangkan mengikuti tulisan-tulisan di blognya, membaca setiap komen-komen yang bersimpati padanya, sampai sempat membaca juga komen-komen yang ‘mendoakan’ dirinya agar segera ‘kembali ke jalan yang lurus’, hahaha… mulai berfikir asiknya punya blog… bisa jadi sarana introspeksi diri juga kali, yaa…

Singkat cerita, aku mulai mencari cara untuk berkenalan dengannya, atau lebih ekstrim lagi, aku ingin kenalan dengan orang-orang seperti mereka, entah atas dasar alasan apa, nggak jelazzzttt… penting ngga sih…? Secara, aku bukan lesbian seperti mereka, tho…?
Selasa, November 03, 2009

Jendela XII


Uuuuggghhh... mau nerusin episode jendela ini koq nemu mood-nya susah buanggets yak...?? Jadi inget pesan Sinyo : "bikin cerbung jangan kelamaan nerusinnya". Kebetulan ini juga pas banget mau nulis 'sekilas tentang sinyo'... halah...!! *lebay mode on* lanjut yuuukk...!!


Sagitarius (alias Sinyo)...

sama seperti Bu Aderain dan Bu Lakshmi, beliau ini juga L-Mom… dan blognya yang bertajuk Grafitti Kata (GK) menyajikan tulisan-tulisan karya Mbak Gita sendiri bersama partnernya, Mbak DK (yang juga L-Mom). Well, mereka L-Mom couple. Banyak kisah lika-liku perjalanan cinta mereka yang mungkin bisa dijadikan penyemangat bagi L-Mom lainnya, serta tulisan-tulisan dari mulai yang ringan hingga yang berat. Yang menarik dari GK adalah perbedaan gaya menulis kedua Ibu ini, namun tersirat betapa keduanya bisa saling mengimbangi satu sama lain sehingga tidak timpang. Halah…?? *sotoy mode on*



Arie Gere...

si Abang dari Medan *sok akrap mode on*
Jatuh cinta dengan tulisan si abang tentang Haruka-Michiru. Blognya menuangkan isi pikiran serta pengalaman hidup yang dilaluinya. Kisah cinta, pasangan, pekerjaan. Bahasa yang digunakan Bang Arie cukup sederhana dan mudah dicerna. Tulisan-tulisannya cenderung realistis daripada membuai dengan kata-kata berlebihan. Mungkin, demikian pula cara dia memandang dan menjalani hidup…

One Lonely Star


12 Oktober 2009
Katanya suatu hari…

There are million of stars
in the UNIVERSE


Mengapa ia tak mencari
yang sendiri.


~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.~.

Dear Sis,

barangkali saja...
berjuta bintang di langit
jauh lebih indah...

daripada bintang yang kesepian,
yang menyendiri pada satu sisi tergelap
sang langit kelam...

inspiring by : http://rainforesto.blog.com/page/4/
Rabu, Oktober 14, 2009

Jendela XI


Aderain

tiba-tiba mouse-ku mengklik linknya… hehehe, kenapa dia begitu menarik bagiku dibanding yang lain…? Tertulis disana, dia seorang ibu dari 2 anak, I'm just wonderinghow come a mother, a marriage woman, still being a lesbian besides her marriage life…?”, isn’t it sound a bit impossible to be true…?

WOW…!! Si ibu yang satu ini membuat pembaca ‘awam’ yang baru pertama kali melirik blognya mengernyitkan dahi, duuuhhh… berattt bu… baca blog ini mah kudu dalam keadaan otak fresh, baru mudeng, hehehe… dalemmm…



Hmm, siapa lagi ya…

Lakshmi
,

sarat dengan metafora-metafora menakjubkan, blak-blakan lewat caranya sendiri, atau justru ‘tersembunyi’ ego penulis disana, menulis sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh dirinya sendiri…? (buang malu aja sih gue, padahal emang otak gue aja yang ‘ga nyampe’ hehehe…) ternyata she’s a mother too… tapi entah kenapa ya, aku merasakan ‘keangkuhan’ tersembunyi disana, di balik karakternya yang kuat luar biasa (ampun, bu lakhs…), sepertinya beliau menutup diri dari segala jenis bentuk keisengan (iseng japri-japri ngajak kenalan yang ga jelazt gethooo…), hehehe…


takut ahh…