Selasa, Desember 06, 2016

Annoying WhatsApp Group(s)

Kenapa WhatsApp tidak membuat konfirmasi terlebih dahulu untuk group, ya...? Betapa seringnya kita tiba-tiba sudah menjadi anggota sebuah group. Dan tidak sedikit group yang isinya sama sekali tidak penting, notifikasinya mengganggu dan membuat kita ingin left, tapi ngga enak hati.

Belum lama ini, tiba-tiba ada group jualan milik salah seorang ibu dari teman sekolah lil' angel. Dia memposting begitu banyak barang dagangan yang tidak satupun saya perlukan sama sekali. Tiba-tiba satu persatu "anggota"-nya left, kesempatan saya ikutan left juga. Miris sekali.

Ada juga group arisan yang isinya cuma menagih para anggotanya untuk membayar arisan. OMG! Bok! Udah gitu, nama orang yang keluar pada saat penarikan, difoto dan diposting di group, padahal semua anggota hadir menyaksikan. Oh, so ngga penting banget, kan?

Sindrom "Maaf, salah kirim" pun marak di group-group yang jumlahnya sudah overdosis ini, entah benar salah kirim atau terdapat unsur kesengajaan, for any reason, karena terlalu sering terjadi. Semacam ingin mencari perhatian tapi kehabisan ide. Huft!

Begitulah sekilas fenomena maraknya WhatsApp Group yang salah kaprah. Sebagian sudah saya mute, tapi angka notifikasi tetap muncul. Jadi kesannya kita dapat banyak pesan, padahal itu zonk. Hahaha... dunia ini mungkin sudah semakin mengherankan... Lucu, sih, tapi... (isi sendiri aja).


~ Wil Twilite ~
Minggu, Desember 04, 2016

Twittaland


Setiap orang menjalani hidup ini dengan caranya. Twittaland (Twitterland) merupakan refleksi kecil kehidupan yang dijalani. Tidak peduli itu akun real atau alter.

Bila dalam dunia nyata tak bebas berekspresi, maka Twittaland semestinya menjadi tempat alternatif yang nyaman. Dengan atau tanpa topeng, terserah. Menjadilah sesukamu. Mau jadi kalem atau nyinyir, itu juga pilihan. Mau monolog atau mention sana-sini, tergantung kebutuhan.

Feel free to follow or unfollow, no heart feeling. Kalau dunia nyata terasa rumit, di Twittaland baiknya dibawa santai saja. No Baper !! That's why ada option unfollow, mute, dan block. Take it easy !! Don't take Twitter seriously, maka akan hilang kesenangan menggunakannya sebagai sarana hiburan.

Ekspresi diri tersalurkan, syukur-syukur kalau bisa menambah teman. Nambah musuh lewat Twitter..?? Come on, sesuram itukah hidupmu, sampai di dunia maya pun sukanya cari musuh..?? Ckckck !! Kalau punya bakat jualan, Twittaland bisa jadi sarana untuk menghasilkan uang. Kok kamu malah memilih untuk cari musuh..?! Begitu banyak hal lain yang lebih baik untuk dicari dalam hidup ini.

Well, kira-kira begitulah sekilas review selama menjadi penghuni Twittaland. Baik atau buruk, semua kembali pada cara dan tujuan masing-masing dalam menggunakan dan memanfaatkannya.


~ Wil Twilite ~
Selasa, November 22, 2016

Detak Sunyi

sunyi berdetak pada jam dinding
sementara irama degup jantung
hanyalah kesunyian lain yang lebih liar


~ Wil Twilite ~
Senin, November 07, 2016

Alhamdulillah for Everything

Kisah bergulir dituliskan pena waktu, di atas kanvas kehidupan, sarat misteri, segala dugaan hanyalah menyentuh kemungkinan-kemungkinan saja.

Perjumpaan hanyalah isyarat akan adanya perpisahan di kemudian waktu. Maka senantiasa jadikan setiap detik dalam kebersamaan itu bermakna. Jalani dengan sepenuh hati.

Kebahagiaan, sejatinya hanya dapat dirasakan oleh jiwa-jiwa yang menjalani segala ketentuanNya dengan tulus, ikhlas, tanpa prasangka kepadaNya.

Percayalah, bahwa baik dan buruk sejatinya telah dituliskan dengan indah olehNya, sebelum nafas ditiupkan dan kelahiran kita dianugerahkanNya.

Aku bersyukur atas segala rahmat dan hidayahMu, Yaa Rabb.. senantiasa dalam lindunganMu di setiap langkah yang kutapaki.. Alhamdulillah..

~ Wil Twilite ~
Rabu, November 02, 2016

Pertautan takdir

Jalan hidup setiap insan telah terjalin rapi pada garis takdir masing-masing. Kadang takdir antara seseorang dengan yang lain saling bertautan.

Aku bahagia telah berpapasan takdir denganmu, yang melahirkan sebuah pembelajaran baru tentang suatu hal yang baru kupahami setelah aku mengenalmu.

Tentang cinta yang masih muda, membalut hati dalam ketertarikan yang terasa begitu asing pada mulanya, merasuki celah lain labirin pemikiranku.

Hadirmu meronakan jiwa yang tertidur pulas dalam buaian waktu, seusai reda hujan di musim yang telah terlewati. Kamu serupa pergantian musim yang paling ditunggu dari empat musim yang pernah ada.

Spring.


~ Wil Twilite ~
Senin, Oktober 31, 2016

kerling dan kerlip

Setiap kali kerling mata bertemu kerlip bintang,
terasa ada chemistry yang mengikat,
seolah keduanya pernah bersama,
tahunan cahaya silam...


~ Wil Twilite ~
one lonely star
Kamis, Oktober 27, 2016

Larik keheningan

So, if you're too tired to speak, sit next to me, because I am fluent in silence...

Tak perlu berkata-kata. Cukuplah duduk disampingku. Pun kita tak perlu saling menerka apapun di benak masing-masing. Bolehkah kugenggam jemari lentikmu, tuk sekedar mengalirkan desir di dadaku, yang semakin bergemuruh tersengat gelombang feromon tubuhmu.

Kekasih, diantara milyaran detik yang 'tlah kita bagi, dalam tiap perbincangan penuh makna, ada kalanya syahdu kesunyian memainkan larik-larik keheningan dalam iramanya sendiri.

Tetaplah menjadi dirimu, sebab usia hanyalah angka-angka. Sejatinya, kitalah yang memberi makna dalam hubungan ini.


~ Wil Twilite ~
Minggu, Oktober 16, 2016

malam ini...

Malam ini,
cintaku menyamar sebagai ingatan
yang merasuki otakmu
hingga partikel terkecil,

sehingga tiada celah tersisa untuk sesiapa,
selain aku...


~ Wil Twilite ~
Sabtu, Oktober 15, 2016

long distance

Dear Spring,

I exist in two places,
HERE, and
WHERE YOU ARE...

~ Margaret Atwood
Minggu, Oktober 09, 2016

Komitmen

Ada banyak faktor yang membuat seseorang enggan, belum mau, atau bahkan tidak ingin membuat komitmen dengan seseorang yang sedang dekat dengannya.

Menurutku, jika istilah "komitmen" itu terdengar atau terasa begitu berat dan seriusnya, dengan berbagai konsekuensi serta resiko yang menyertainya, mungkin kita bisa menggantinya dengan istilah "aturan main".

Begini. Fine, jika dia menyatakan belum siap atau apapun alasannya, untuk berkomitmen, tapi kalian berdua sudah menjalani hubungan selayaknya orang yang sedang berpacaran, seperti saling memberi greeting setiap pagi, mengingatkan tiap waktu makan tiba, ngobrol berjam-jam di telepon atau setiap kali bertemu secara langsung, menikmati setiap sentuhan yang terjadi, hingga mengucapkan selamat tidur setiap malam, dan masing-masing sama-sama tidak sedang dekat dengan perempuan lain.

Friend Zone semacam ini sangat rentan bahkan di dunia hetero seksual sekalipun, apalagi di dunia L. Karena wanita, sejatinya membutuhkan kejelasan dan kepastian. Jika tidak ingin hal itu disebut komitmen, tetap perlu ada "aturan main" yang jelas. Dibicarakan dari hati ke hati, memastikan bahwa dasar hubungan ini adalah perasaan saling membutuhkan. Aturan main di sini sebenarnya demi untuk menjaga apa yang telah terbina, ketika komitmen dianggap merupakan suatu tahapan yang lebih tinggi dan terkesan serius.

Padahal, menurutku, apa sih beratnya komitmen, ketika kita satu sama lain telah saling memahami situasi dan kondisi yang ada, dan bisa menerima segalanya? ada begitu banyak kisah percintaan L, di dunia timur maupun barat, dalam berbagai usia, tak peduli mereka ABG yang masih mencari jati diri, mereka yang usia 20's, 30's bahkan 40's yang memiliki hubungan berlandaskan komitmen, sudah bertahun-tahun menjalin hubungan bahkan sudah tinggal bersama, adopsi anak, dll. Toh masih bisa kandas di tengah jalan.

So, kenapa harus takut dengan komitmen? Takut mengikat, terikat, dan diikat? Apakah komitmen itu mutlak akan mengikat hubungan percintaan sampai mati? Jangankan untuk kalangan homoseksual, komitmen dalam pernikahan heteroseksual pun, yang sudah dilindungi dan diatur oleh undang-undang, masih bisa bercerai.

Mari kita sama-sama renungkan lebih dalam hakikat komitmen ini, secara personal kepada diri kita masing-masing. Sejauh mana hubungan kita dengan someone special memerlukan yang namanya komitmen?

~ Wil Twilite ~