Kamis, Oktober 24, 2013

Melarut, malam...

Malam menghitam, serupa larutan kopi
yang sering kita nikmati dalam kebersamaan,
ada aroma dan rasa yang membaur,
menyatu dalam tiap perbincangan...

Mengapa tak kita tanggalkan saja jubah malam
agar ia telanjang...
serupa kita yang mulai saling melucuti
seusai menikmati tetesan kopi terakhir...?

Malam 'tlah pekat,
usahlah sembunyi pada latar hitam...
Dan kita penikmat kelam
Terkadang kerlip bintang dan rembulan
bisa terasa berlebihan...

~ Wil Twilite ~


Sabtu, Oktober 19, 2013

Penikmat Kopi

Saat sedang menikmati kopi, jadi teringat percakapan tentang kopi dengan beberapa orang teman sesama coffee lovers.

Awalnya, secara umum kopi 'disukai' karena mampu 'menunda' kantuk. Kemudian 'ramuan' dalam kopi mulai menjadi semacam candu.

Hingga 'tibalah' pada kondisi "sehari saja tanpa kopi, rasanya belum lengkap". Muncullah dalam benak, alasan-alasan yang 'membenarkan' statement tersebut.

Umumnya, para pecinta kopi pemula, menyukai manisnya cafe latte, coffe cream, frapuccino, atau cappucino. Kemudian mereka mulai mencoba espresso yang lebih strong, sebagai alternatif. Mulailah membandingkan kuatnya aroma dan rasa.

Semakin lama, mereka makin tahu tingkatan 'taste' (baca: aroma dan rasa) dari kopi. Maka kopi-kopi yang makin kuat 'taste'-nya menjadi lebih disukai daripada 'sekedar kopi'.

Taste dan aftertaste. Mutlak sangat penting dalam citarasa, tentu saja. Makin matang usia seseorang, umumnya selera kopi semakin mantap.

Bila kopi hitam (Arabika, Robusta, atau Kopi Luwak) adalah tingkatan tertinggi bagi pecinta kopi sejati karena 'taste', kepekatan dan kekentalannya. Maka, cafe latte, coffe cream, frapuccino, atau cappucino 'kelas pemula', sesekali saja dinikmati.

Coffee lovers telah sampai pada tahap tertinggi 'taste' dan mutu, maka jenis-jenis kopi tingkatan dibawahnya mulai 'hambar' terasa di lidah. Berkurang kadar kenikmatannya sebagai 'kopi'.

So, cukuplah kita mengenal kopi pertama kali, dari sana. Waktu bergulir, namun kopi-kopi itu tetap disajikan bagi pemula dalam takarannya, too sweet, maybe...

Melihat kopi-kopi itu, kini kita hanya bisa tersenyum, "Oh, you're my old time taste". Sesekali saja mungkin kuseruput sekedar melintasi sejarah.

Selera, terus melaju seiring dengan perjalanan hidup. Makin matang usia, 'manisnya gula-gula' tak lagi terasa memanjakan lidah. Strong taste, make all the sweet tastes has just plain.

Marilah kita lebih banyak membaca, untuk memahami lebih banyak, kemudian mulai goreskan pena di catatan sendiri. Menulis untuk merekam perjalanan. Agar tak buta.

catatan perjalanan penikmat kopi,
Wil Twilite
Selasa, Oktober 15, 2013

One and Only

you've been on my mind
I grow fonder everyday
lose myself in time
just thinking of your face

God only knows
why it's taken me so long
to let my doubts go
you're the only one that I want

I don't know why I'm scared, I've been here before
every feeling, every word, I've imagined it all,
you never know if you never try
to forgive your past and simply be mine

I dare you to let me be your, your one and only
promise I'm worthy to hold in your arms
so come on and give me the chance
to prove that I'm the one who can
walk that mile until the end starts

I've been on your mind
you hang on every word I say
lose yourself in time at the mention of my name
will I ever know how it feels to hold you close...?
and have you tell me whichever road I choose you'll go

I know it ain't easy, giving up your heart
Nobody's perfect, trust me I've learned it


[a beautiful song by Adelle which I put as one of our soundtrack]

Senin, Oktober 07, 2013

words to you

Kekasih...
aku suka caramu menyelinap diantara jelaga pikiranku
meninggalkan jejak pada tiap jengkal labirin hatiku
menguraikan kerumitanku

~ Wil Twilite ~
Senin, September 23, 2013

Mencari Makna

Menguraikan benang-benang rasa yang meliliti hati, dalam untai pemikiran... Manusia dengan pikirannya, dan Dia dengan rencanaNya...

Manusia, dimanapun berada pada hamparan bumi ini, pada dasarnya memiliki kesamaan, yaitu akan senantiasa mencari makna...

Sebab pandangan mata tak sejauh logika, juga tak seluas hati, maka jika sesuatu itu tak nampak, bukan berarti sesuatu itu tak ada...


#Rindu @AdeliaWinter

Wil Twilite ~


Minggu, September 22, 2013

Jejak Rindu

Jejak-jejak basah yang kutelusuri kembali... satu rasa mengombak riuh di samudera hatiku...

Pada tiap jeda yang hadir mengisi rongga waktu diantara penat dan gamang... menyusur lorong sunyi diantara derap santun langkah-langkah doa...

Getar hati yang melantun dzikir, sayup turut menggemakan namamu... bila ia samudera, maka ia 'kan hantarkan kapalmu mengarung hanya menuju dermagaku...


#Rindu @AdeliaWinter

~ Wil Twilite ~
Kamis, September 19, 2013

secangkir senja

Bolehkah kuramu secangkir senja untukmu...?
Biar melarut hangat
mengalir melalui jenjang lehermu
yang biasa kukecup dalam dekapan,
ingatkah...?

Boleh jadi aku sedang kehabisan rayuan.
Kelu terasa.
Terlalu rindu.
Lalu membatu waktu.
Menunggu dalam termangu.
Saatnya nanti mengunjungi kotamu.
Lagi.
Dan lagi.

Wil Twilite
Sabtu, September 14, 2013

#sihir #cinta

seketika cinta menyihirku, 
menghilangkan segala ingatan tentang dunia 
di luar engkau... 

namun kecupmu 
runtuhkan dinding-dinding semu 
yang membatasiku...

~ Wil Twilite ~
Senin, September 02, 2013

Anak Macan vs Kucing Hitam


Anak Macan: Rrrrrrr...!!! Minggir kau, Kucing Hitam...!!!

Kucing Hitam: NO WAY...!!! Kita kan sama-sama kucing, aku ngga takut tuh sama kamu... :p

Anak Macan: Awaaasss yaa... Tunggu kalo gue udah gede nanti...!!!

Kucing Hitam: X_X #JLEBB


~ Wil Twilite ~
@KucingHitamz
Minggu, September 01, 2013

#TwitRindu with #MyLady


Menikmati rindu yang menjalar-jalar, serupa belukar meliliti sekujur tubuhku yang bergetar mengeja namamu... ~Wil

Cukuplah kamu memujaku, aku memujamu... Lalu jarak tak begitu penting lagi bagi kita, meski sakit menahan rindu... ~Adel

Aku merindu senyap... yang kau titipkan pada kecup di ujung tengkuk, pada kecup di jemari, pada tiap inci kulit yang kau tandai... ~Adel

Hai perempuan labu... aku kehilangan jejakmu... Sepasang sepatu kaca yang tertinggal satu, serupa isyarat yang menuntunku pulang membawa untaian rindu... ~Adel

Candu merindu ini, aku nikmati saja. Meski tertatih kutapaki malam. Tiap berkas sinar purnama, ada kamu didalamnya... ~Adel

Merindu kamu itu, seperti membiarkan aku diseret gelombang laut yang bergelora, tapi aku enggan menepi, kubiarkan saja... ~Adel

Aku merindu dendam... pada lautan membentang, pada burung besi yang ingkar datang, pada waktu yang bermenit, berjam melompat kelilingi waktu kosong yang berjeda... ~Adel

Malam adalah ketika pena kerinduan menuliskan romansa pada kanvas kehidupan dalam gulir waktu yang merona mengingat syahdu parasmu... ~Wil

Tatkala penaku enggan menari 'tuk lukiskan rindu yang tak lagi terungkapkan dalam aksara. Biarkan ia menjelma doa-doa indah yang mengiringi langkahmu. ~Wil

Ramadhan, ketika untai rindu kita terurai bersama butiran tasbih sambil mengingatNya. Dia yang 'tlah satukan kita dalam jalinan silaturahmi indah. ~Wil


~ Wil Twilite ~