Rabu, Agustus 01, 2012

Sharon Stone cium bibir wanita misterius


this article taken from: detik.com (14/02/2012)

Jakarta - Aktris Sharon Stone sudah kerap melakoni aksi cium bibir wanita. Kali ini, dia kepergok memberikan ciuman panas pada seorang wanita misterius di Los Angeles.

Seperti dikutip dari Radar Online, Sharon tampak berciuman bibir dengan seorang wanita di Los Angeles, Minggu (12/2/2012). Dalam foto yang dimiliki Radar, si wanita tampak memegang lengan aktris 53 tahun itu saat melakukan ciuman tersebut. Bersama si wanita misterius yang mengenakan baju hitam, aktris yang berperan sebagai biseksual dalam 'Basic Instinct' itu awalnya terlihat berjalan-jalan di kawasan Hollywood Barat. Keduanya kemudian berhenti dan berciuman bibir.

Aksi mencium bibir wanita baru-baru ini juga dilakoni Sharon saat menghadiri acara 2012 AARP Movies for Grownups Awards. Dia mendekatkan bibirnya ke bibir aktris Katy Griffin. Tentu saja hal itu dilakukan bukan karena keduanya menjalin asmara, tapi lebih pada lelucon.

Dalam sebuah wawancara pada 2008, Sharon pernah mengatakan kalau semua orang sebenarnya adalah biseksual. "Sekarang pria bertingkah seperti wanita. Memiliki suatu hubungan juga sulit karena aku sebenarnya suka pria zaman dulu. Aku suka maskulinitas dan sejujurnya hanya wanita yang memiliki hal itu sekarang," urai aktris yang pernah berakting sebagai lesbian bersama Ellen Degeneres dalam film produksi HBO, 'If These Walls Could Talk 2'.

-----------------

Aiiihh... jadi, menurut Mbak Sharon, saat ini sudah begitu sulitnya menemukan pria yang benar-benar maskulin, dan hanya wanita yang memiliki hal itu sekarang...? Masa iya sih, Mbak...? Perasaan masih banyak deh cowok-cowok maskulin yang sliweran di sekitar kita. Hehehe.

Well, whatever the reasons, ketertarikan wanita terhadap sesama wanita bisa saja dilatarbelakangi oleh alasan apapun. Dan, tak ada yang salah. Bukankah itu naluri alamiah...? Sexuality is fluid.


~ Wil Twilite ~
Senin, Juli 23, 2012

layar terkembang


layar terkembang,
drama kehidupan seringkali memutar tayangan kilas balik
satu kisah di kehidupanku,
membuat hati membeku...

dunia,
ketika ku enggan memunguti
serpihan usang masa laluku...

gunting saja lembaran kisah takdirku yang itu,
ah, mengapakah bumi ini harus bulat...?
andai ia berwujud sebuah buku berjilid tebal...

dan ada detik-detik
yang mematahkan jarum jam,
terlalu berat ianya dilalui...

pembelajaran hidup,
menapaki anak-anak tangga
dalam berbagai ukuran dan tingkat kecuraman...

bolehkah ku mencuci sebagian ingatan
yang melekati erat pikiran,
di tepian sungai...?
ku rela tapaki setiap jengkal menujunya

kekasih,
bawalah ku pergi ke tempat dimana
boleh ku menjerit lepas dan tumpahkan air mata,
biar mengalir deras bersama aliran sungai...


march, 27th, 2012
Wil Twilite
Rabu, Juli 18, 2012

deesset flagitiorum

RINDU ini begitu mandiri,
ia ingin menggenang di sini,
hingga meresap tertelan waktu,
terurai menjadi partikel kecil
yang mengambang di semesta raya...

semesta, pada lipatan jemarimu...
kisahku tersembunyi,
dan langkah-langkah kecilku
masih menyibak helai demi helai tiraimu...

bergulir pada lintasan waktu nan riuh,
namun hanya kita yang mampu menyelami
dan merangkum makna
syahdu kesunyian...

semestinya,
ini menjadi catatan bening tentang cinta...
namun, apa lagi yang dapat terbaca,
dalam keremangan...?

bahasa keberadaan itu sudah cukup
'tuk menyatukan kita
dalam satu semesta yang sama...


~ Wil Twilite ~
spero semper denique, ubicumque sita
Rabu, Juni 13, 2012

Who'd wanna be stuck in a dream...?


Yusuf: Brain function in the dream will be about twenty times more. Now when you enter a dream within that dream, the effect is compounded. That's three dreams, that's ten hours...

Eames: I'm sorry, Maths was never my strong subject. How much time is that...?

Dom Cobb: That's a week the first level down, six months the second level down, third level...

Ariadne: It's ten years...! Who'd wanna be stuck in a dream for ten years...?

Yusuf: [smiling] Depends on the dream...


Inception #1
Jumat, Juni 01, 2012

Rindu by Agnes Monica


s'lama aku mencari
s'lama aku menanti
bayang-bayangmu di batas senja
matahari membakar rinduku
ku melayang terbang tinggi

bersama mega-mega
menembus dinding waktu
ku terbaring dan pejamkan mata
dalam hati kupangil namamu
semoga saja kau dengar dan merasakan

getaran dihatiku
yang lama haus akan belaianmu
seperti saat dulu
saat-saat pertama
kau dekap dan kau kecup bibir ini
dan kau bisikkan kata-kata
"aku cinta kepadamu"

peluhku berjatuhan
menikmati sentuhan

perasaan yang teramat dalam
‘tlah kau bawa s'gala yang kupunya
s'gala yang kupunya


Rabu, Mei 30, 2012

Api tak seperti Air


tafsir itu
sejatinya di hati

tatkala tak sanggup kau selami
kerumitan lautan aksaraku

mungkin sebab hatimu
belum sepenuhnya
hendak memahami

... bahwa api,
tak seperti air ...


~ Wil Twilite ~
Kamis, Mei 24, 2012

Sailing...

Taburan aksara mengukir langit pemikiranku,
bagai gugusan bintang menguntai indah berkelap-kelip

Mengintip waktu dari sudut jendela,
yang pemandangannya tak pernah berubah
sepanjang musim, sepanjang masa...

Aku ingin duduk di perahu,
menyusur pasang surutnya gelombang lautan,
engkau yang mendayung...


~ Wil Twilite ~
Selasa, Mei 08, 2012

Galau Syndrome


Ternyata "istilah" yang paling banyak ditemukan sliweran di timeline saat ini yaitu: Galau, Move-on dan Mantan... Oooouuch...!!!

Banyak yang merasa galau karena sulit melupakan mantan sehingga susah untuk move-on. Sindrom yang satu ini bahkan tak kenal usia. Hmmm...

Galau syndrome seperti ini menimpa seluruh lapisan, baik kaum homoseksual maupun heteroseksual... Abege maupun mature...

Mungkin ngga lama lagi akan bermunculan lagu-lagu abege yang judul atau liriknya ada istilah Galau, Mantan dan Move-on yang bersinergi...

Dan mungkin juga akan tayang film-film bergenre abege dengan mengangkat istilah-istilah yang sedang jadi trending topics tersebut: Galau, Mantan, Move-on.

Galau oh galau... Mantan oh mantan... Move-on oh move-on... Come on, baby... Let's rock...!!! *gajebo.mode.on*

Hmm... Ternyata di timeline followingku banyak Galauers yang belum pada bisa ngelupain mantan yaa... Sini, come to mama, nak...

Galauers, kalian akan susah move-on kalo masih terobsesi sama mantan... #PesanSponsor

Ternyata, kebanyakan dari para Galau'ers itu menjadi Alay'ers, Saudara-Saudari... From Galau become Alay... Waspadalah, waspadalah...

Kalau diri kita menjadi lebih baik setelah kehilangan seseorang, bukan ngga mungkin, kita akan dapatkan orang yang lebih baik :) #PesanSponsor

Yang terpenting dalam hidup bukanlah menjadi figur yang disukai banyak orang. Jadilah diri sendiri. Kelak akan datang seseorang yang menyukai setiap unsur dirimu.

Ambillah hikmah dari kisah-kisah yang 'tlah lalu. Kisah yang baik jadikan kenangan indah. Kisah yang buruk jadikan pengalaman berharga.


from my twitter’s archives: @KucingHitamz

February 27, 2012
~ Wil Twilite ~
Senin, Mei 07, 2012

Gerbang Mimpi


Tapi MIMPI itu terlalu indah, bukan...?

Bahkan sanggup membuatmu tersesat sebelum mulai melangkah.

Percayalah kawan, akan lebih baik ketika kau terbangun dengan kenangan indah mimpimu itu, daripada terengah-engah dan takut dibangunkan dari mimpimu yang menjadi buruk.

Karena mimpi tak pernah ada dalam kendali, walaupun mimpi itu adalah milikmu.



Satu lagi catatan lamamu yang tercecer, Sahabat...
~ 2010 ~

Wil Twilite
Senin, April 30, 2012

Little Town

Menyusur senja, diantara wajah-wajah asing...
Jakarta...

Aku tak lupa pada jalan ini. Jalan yang sangat kukenal, dan mengenalku dengan baik. Jejak langkahku selalu tertinggal dan membekas. Mungkin begitulah yang ditulisNya, jalan ini menjadi saksi moment by moment hidupku. Berlalu-lalang melewatinya, di tiap jengkal usia. Senantiasa menyaksikan perubahannya. Jalan ini pun menyemai perubahanku dari waktu ke waktu. Tak satu masa terlewatkan. Jalan ini menyatu hembus nafasku, kami saling berhubungan batin. Bagai jiwa dengan rasa, jalan dengan jalan, jembatan dengan jembatan. Kau dan aku. Menyusur lorong panjang. Berbatasan dengan waktu dan waktu. Lengang.


Little town, it's a quiet village. Everyday, like the one before. –Belle

February 24th, 2012
Wil Twilite