Senin, Februari 07, 2011

panca indera dan rasa


PANCA INDERA, yaitu mata, hidung, telinga, lidah dan kulit. Ya, anak SD juga tahu kayaknya :p

Segala apa yang dirasakan oleh panca indera menandakan bahwa kita masih dalam keadaan sehat, dalam arti, kita masih memiliki RASA dan masih dapat meRASAkan apa yang teRASA dan dapat diRASA.

RASA adalah tanggapan hati terhadap sesuatu melalui panca indera kita. Jadi, RASA itu datangnya dari HATI, yang notabene bukan merupakan anggota dari si panca indera tadi. Dan, terkadang RASA ini seringkali diingkari oleh PIKIRAN yang lantas mengirimkan sinyal-sinyal kepada panca indera untuk mematikan RASA. Seperti misalnya menutup mata dan telinga untuk menghindari pandangan dan pendengaran kita dari hal-hal yang mengusik RASA.

Namun HATI, yang melahirkan RASA... dapatkah HATI mendustai RASA yang senantiasa mulai meresahkan PIKIRAN...? Entahlah, bukankah HATI itu sendiri adalah merupakan salah satu rahasia-NYA, dimana kita sebagai manusia hanya teranugerah untuk memilikinya, namun tak pernah mampu untuk menguasainya, apalagi mengendalikannya...



"You can close your eyes to the things you do not want to see, but you cannot close your heart to the things you do not want to feel..." ~ Unknown
Senin, Januari 24, 2011

Bandung, I'm coming...


Weekend ini, Wil mau jalan-jalan ke Bandung, aaah... Mumpung kerjaan di kantor lagi aman, damai, tenteram, sejahtera...

Mau explore Bandung sampe kaki gempor, sekalian ketemuan juga sama beberapa teman disana... Hmmm, akhirnya planning sekian lama, baru bisa terwujud sekarang...


Bandung, I'm comiiiiiing... :D
Selasa, Januari 18, 2011

like a child


Semalam, perasaanku lagi mellow banget, tapi bukan karena mikirin mantan atau pun gebetan-gebetan yang cuma pada sliweran dan belum ada yang jelas itu... Aku merasa seperti kekurangan waktu yang berkualitas untuk diriku sendiri, akhir-akhir ini...

Kupasang iPod kesayanganku, dan lagu Backstreet Boys ini pun mengalun merdu di telinga menemani malam sunyiku, hingga aku tertidur...


LIKE A CHILD

If I could right the wrongs that made you cry
Girl, would you promise not to say goodbye
Coz I'm holding on
With a love so strong
And I can't take the day without you by my side

Girl if I could change
If I could change your mind
Maybe you could help me wipe these tears from my eyes

Girl, don't stop
The sun from shining down on me
Coz I can't face another day without your smile
And if you take away the loving arms that surround me
Then I might break down and cry just like a child

Girl, I can't belong and I won't be free
If I fail to bring your lovin' back to me
So I'm pressin' on
I hope you understand
That there's a broken heart that lies within your hands

So if I can change
And it won't hurt your pride
Baby you can help stop these tears from my cries

Girl, don't stop
The sun from shining down on me
Coz I can't face another day without your smile
(your pretty smile, your pretty smile)
And if you take away the loving arms that surround me
Then I might break down and cry just like a child

Like a child
Just like a child
With the spirits running free
She trapped me wild
Oh she did

Like a child
Just like a child
Think of what our love could be
If our hearts could set us free
Like a child...


Rabu, Januari 05, 2011

Tergoda...!!


Menebar kemesraan dalam kadar intensitas yang meningkat tinggi...


Mencoba mengabaikan sejenak status diri yang telah terikat...


Merajuk, merayu, memuja dan memanja...


Keintiman mulai terasa membius bagai suntikan vaksin dosis tinggi...



Addicted...

Candu...



Gairah tertahan yang tidak pada tempatnya...


Meracuni pikiran serentak memacu laju adrenalin dalam nadi...



Hentikan...!!



Maaf, kali ini rasanya ku tak sanggup, wahai akal sehat...


Sebab aksi dan reaksi kimia terus saja mengalirkan gelora hasrat yang tak terbendung...


Aku telah tergoda untuk menyelinap masuk melalui celah hatinya...
Senin, Januari 03, 2011

The New Spirit !


Selamat datang, 2011

Waktunya kulipat sejarah yang tertinggal menjadi jejak... 'tuk rangkaikan tautan-tautan baru, mewarnai lembar-lembar ceriamu...

Sudah waktunya untuk berbenah, dan menata kembali langkahku ke depan...

Semua yang berlalu, biar jadi pelajaran berharga, untukku... yang tak pernah ingin kembali lagi kesana, selamanya...

Mari bersihkan ingatan dari kesedihan-kesedihan yang telah berlalu...

Waktunya untuk meningkatkan kualitas hidup, dan menumbuhkan semangat baru...



Hey, you know what...? I just realize something on the new year's eve... Hell yeah, I'm still an L :)
Rabu, Desember 22, 2010

down to EARTH


Kepak SAYAP ILUSI di bahuku kian terasa melelahkanku. Tak ayal aku pun mencari cara terbaik untuk melepaskannya, dengan tanpa meninggalkan BEKAS LUKA disana.

SAYAP yang dulu kokoh, kini kian rapuh dan tak bertenaga. Mungkin sebab ku juga telah lelah berkepak di DUNIA yang TAK TERJELAJAHI. Dunia yang penuh MIMPI, bertabur PERI-PERI KHAYALAN bersayap mungil indah berkepak.

RINDU aku akan BUMI, tanah kelahiranku. Rindu akan KODRATKU sebagai MANUSIA PENGHUNI BUMI, yang memang terlahir TAK BERSAYAP.

Ingatanku pun menerawang jauh pada malam penuh bintang, ketika kubisikkan satu doa yang terkabulkan, "Tuhan, berikan aku sepasang sayap untuk menjelajahi indahnya sisi dunia yang lain...", lalu aku terbangun dengan sepasang sayap indah nan kokoh.

Lalu terbanglah aku dengan sayap baruku, meninggalkan bumi tanah kelahiranku, hingga jauh menembus awan. Bumi tak lagi nampak dihadapan, dan aku tenggelam dalam lautan peri-peri bersayap, berbaur menyerupai wujud mereka. Diantara NYATA dan ABSURD wujudku.

Kini jiwaku mulai kelelahan, bahuku mulai renta. Sepasang sayap ini tampaknya telah merentakan diriku sebelum waktunya.

Kupejamkan mata, kukerahkan sisa tenaga dari sayapku untuk terbang turun menuju bumi... Melintasi awan putih yang senantiasa meringankan tubuhku MERABA GRAVITASI... Aku lelah berdiam di NEGERI ILUSI yang telah melenakanku sekian lama...



~ Wil Twilite ~
dear wings, I beg you pardon to fly me

... down to EARTH ...
Selasa, Desember 14, 2010

A Perfect Ending


I wanted a perfect ending
Now I’ve learnt, the hard way
Some poems don’t rhyme
Some stories don’t have
a clear beginning, middle, or an end

Life is about -
not knowing, having to change,
taking the moment
and making the best of it


... without knowing what’s going to happen next ...



- Anonymous -
Kamis, Agustus 19, 2010

momentum


ada 2 (dua) momentum yang mengiringi perjalananku di Agustus 2010 ini:


...Marhaban yaa Ramadhan...


...pekik MERDEKA !!! di seantero negeri...



AKU ...hanya ingin memanfaatkan kedua momentum itu sebagai kelahiran semangat baru di nadiku yang mengalirkan keikhlasan baru di relung hatiku...



Regards,
- Wil -
Selasa, Juni 08, 2010

Perhentian


langkah ini kian terasa semakin lemah dan lelah
meniti jalan yang tak berujung

ingin kugulung peta perjalananku sampai disini
sebab kutahu, takkan ada yang merindukanku juga

aku hanyalah seorang pengembara asing
yang terdampar di ruang tak berwujud

tiada berteman,
hanya kesunyian yang semakin erat mendekap

kuingin hentikan langkahku di sini,
di atas tanah retak
yang senantiasa dinaungi oleh kemarau panjang
dimana tetesan hujan pun enggan menyapa


~ Wil Twilite ~
end… in the sacred land of loneliness...
Senin, April 19, 2010

bersekutu dengan iblis


aku bersekutu dengan iblis,
ketika meminta kepadanya
agar kau jatuh kepelukanku
dengan segera…

menyenangkan bersekutu dengan iblis
pada setiap permulaannya
dia memberiku janji-janji indah
mengabulkan segala yang kuinginkan

hingga akhirnya aku benar-benar jatuh
kedalam jebakannya…
iblis kemudian mendekatiku sambil tertawa,
hei cucu adam, sekarang serahkan jiwamu kepadaku

jiwaku…? Apa maksudmu…?”, jawabku ketus
kau sudah janji, jika kuberikan segala yang kau inginkan, maka jiwamu untukku

sungguh, aku tidak merasa menjanjikan jiwaku kepada iblis, tidak dalam mimpi sekalipun…!

namun iblis tak terkalahkan dalam tipu daya, ia menghipnotisku, membuatku seperti melihat sebuah tayangan film, dimana aku sedang membuat perjanjian dengannya, seperti apa yang ia katakan…

Persetan kau, iblis…! Pergilah ke neraka, karena tempatmu di sana… kuingkari semua penglihatan semu yang coba ia tunjukkan… namun terlambat… jiwaku segera ditariknya, begitu cepat bahkan mataku belum sempat berkedip…


... namun aku tak mati, aku masih memiliki utuh ragaku, dan masih bernafas …



… hanya, tanpa jiwa …