Anak Kucing
>> Rabu, Januari 25, 2012

Aku tidur melingkar bagai anak kucing kedinginan di depan pintu rumahmu. Dan di luar sedang hujan. Aku memang sengaja tak ingin mengeong. Takut jika suaraku nanti membangunkan tidur lelapmu.
Mungkin begitulah aku bagimu, selalu terlihat sebagai anak kucing.
Ya, anak kucing...
Miauuu (^^)
~ Wil Twilite ~
January 23rd, 2012

6 komentar:
Rasaku sederhana
Walau, Logika seringkali membelitnya,
tiada pernah aku mampu
membiarkanmu meringkuk sendiri dalam balutan dingin malam...
Taukah kau, bahwa ku selalu mendekapmu,
walau hanya dengan sebait doa lirih
diantara keheningan malam-malamku...
Cobalah kau pejam dan rasakan.
mendekapmu tak harus dengan mengumbar kata...
A Lang
Bukan sekedar kata-kata
yang kubutuhkan darimu, Lang...
Bukan hanya itu...
dan,
seharusnya kau t'lah mengerti...
:)
Bukan sekedar kata pula yang ingin kuhadirkan...
Kaupun tau,...
Saat malam sunyi aku hanya bisa mendekap bayang dan mimpi..
Dan aku lelah berujar kata yang sama
"seandainya".."If"
Kata yang selalu hadir ulang berulang..
Dan ku sembunyikan dalam rongga batang-batang ilalang
Andai ku bisa berikan bola mataku,
Kau kan tahu dan rasa ..
Diam itu bukan berarti abai dalam beku,
Rasa denganmu membuat lisanku membisu.
A lang
Apa yang "seandainya", Kakak...?
What does your "if" means...?
:)
Seandainya tiada alasan tuk bisa mengucap kata seandainya .
Ketika berjabat dengannya di sisimu seakan jemariku gemeretak kaku
Dan aku tak suka gemelutuk naluri purba dalam diriku...
Seanadainya tiada alasan tuk berucap kata seandainya..
a Lang
Aku tak mengizinkan lisan yang terkatup 'tuk sembunyikan kebenaran sejati...
Terlebih dahulu, jujurlah pada dirimu sendiri, pada hatimu...
Kelak segala rasamu 'kan mampu 'tuk kau terjemahkan dengan sederhana...
:)
Poskan Komentar