yang terungkapkan...
>> Rabu, Desember 07, 2011

Selalu ada tanya pada tiap butir kristal yang mengembun di telapak tanganku, pada tiap getar asing yang halus menyusup meriuhkan degup jantungku, pada tiap debur yang memacu aliran darah menderas memenuhi sudut raga dan jiwaku, pada tiap rasa yang hadir saat kau sentuh ujung jemariku...
Hingga semalam, ketika kata-katamu bagai mantra sihir yang menggetar memecah sunyi, menyingkap tabir rahasia yang kusimpan erat dalam hati. Aku pun terbata ‘tuk ungkapkannya...
Haruskah kita selalu terkapar melemah dihadapan huruf-huruf berjiwa yang mampu menggetarkan lisan saat melafadzkannya...?
Ku ingin mengembun dalam tatapmu, bermanja dalam teduhnya... berharap keremangan dan redup cahaya rembulan mampu menutupi rona wajah yang memerah...
Dalam tunduk dan diam diantara desau angin, sayup kudengar ucapmu kala itu, kau bilang, "Ungkap kata bak cawan kecil di tengah samudera rahasia rasa. Tiada sanggup ia menampungnya. Jadi biarkan ia bersemayam di antara bilik-bilik rahasia. Menyusup lewat tatap mata, sentuh indah, dan doa-doa lirih yang dilantunkan pada-Nya". ("My Secret Life": rahasia yang tak terungkap, 29 September 2011)
Dear Lang, izinkan cawan kecil ini menyentuh sudut bibirmu malam ini, biarkan airnya mengalirkan kehangatan di tubuhmu...
"What are you tryin' to say, Wil...?", you asked me...
"I love you... I do love you...", I answered...
Untuk kata cinta, yang ingin kuhadirkan menyentuh hatimu...
December 6th, 2011
~ Wil Twilite ~

2 komentar:
Aku suka tulisan tulisan kamu waktu kamu lagi jatuh cinta sist...
Efeknya menular ;)
Thanks ya, Rie... Duh, senangnya kalau efeknya menular... Jatuh cintaku kali ini memang banyak memberikan nilai-nilai positif dalam hidup... ^^
Poskan Komentar